Yunus Emre Institute: Kelas Bahasa Turki Beri Wawasan Global pada Siswa AS

0
85

BERITATURKI.COM, Washington – Para eksekutif profesional nampak mulai berdatangan setelah seharian bekerja, mereka masuk menuju ke dalam ruangan kemudian mengambil tempat duduk. Meski beranjak malam, mereka memulai kembali belajar bahasa Turki dengan ekspresi penuh semangat. Begitu memasuki ruang kelas, para siswa tersebut diwajibkan meninggalkan bahasa Inggris, dimulai sejak tiba di depan pintu hingga proses belajar bahasa Turki dimulai. Warga AS tersebut seakan tenggelam dalam pelajaran bahasa Turki.

Ialah Hüseyin Aydın, salah satu instruktur di Yunus Emre Institute, sebuah organisasi yang bertujuan mempromosikan budaya Turki di seluruh dunia, yang berperan dalam menerapkan titik penekanan untuk wajib berbicara bahasa Turki di kelas. Dan ketika kata bahasa Inggris sesekali digunakan oleh siswanya, Aydın bertindak seolah-olah tak memahami apa yang diucapkan siswanya tersebut.

“Satu hal yang saya hargai dari kursus ini adalah atmosfer belajar yang sangat mendukung, yang saya pikir jarang tercipta untuk kursus tingkat pemula,” kata Bo Knutson, seorang siswa yang mengambil kursus tingkat pertama.

Peniadaan bahasa yang biasa digunakan sehari-hari adalah taktik yang digunakan di ruang kelas untuk mensimulasikan lingkungan di mana hanya bahasa yang dipelajari yang secara “sah” dapat diucapkan oleh instruktur dan siswa.

Knutson bekerja di organisasi pendidikan internasional yang membawa siswa AS ke berbagai negara untuk belajar bahasa dan siswa asing untuk belajar di Amerika. Saat ini ia bekerja di program yang menargetkan negara Turki, dan hal tersebut telah menciptakan daya tarik serta keinginan pada diri Knutson untuk belajar bahasa Turki.

“Saya sudah ke Turki beberapa kali,” katanya kepada Anadolu Agency (AA).

“Dan saya ingin terlibat lebih lebih dalam dengan Turki, warga negara Turki, bagian dunia itu dan mengeksplorasi sendiri menggunakan keterampilan bahasa saya pribadi, bukan melalui penerjemah,” tandasnya.

“Salah satu bagian favorit saya tentang budaya Turki adalah kopi Turki, masakan, makanan, orang-orangnya, arsitektur, dan sejarah,” tutur Knutson yang mengikuti kursus di Yunus Emre karena berencana untuk melakukan perjalanan ke Turki sekaligus ingin meningkatkan kemampuan bahasanya secara normal ketika ia berkunjung.

“Saya ingin naik ke tingkat fungsional, di mana saya dapat menavigasi kota, meminta petunjuk arah, memesan makanan, berkomunikasi dengan orang-orang dan melakukan hal-hal dasar,” tambahnya.

Mengunjungi Turki adalah sesuatu yang ada dalam pikiran banyak siswa dengan tujuan mencapai puncak pengetahuan yang telah mereka pelajari dan mengujinya. Zaineb Alattar, seorang siswa yang berasal dari Irak yang ingin belajar bahasa Turki agar ia dapat lebih memahami film-film Turki. Tak hanya itu,  Alattar juga merencanakan perjalanan ke Turki pada musim gugur. Ia ingin merasa nyaman berbicara di Turki secara langsung.

“Saya sudah berlatih beberapa kali di beberapa tempat di Turki, seperti kedai kopi dan restoran,” kata Alattar.

Natalie Tan, seorang siswa yang bekerja di sebuah organisasi internasional di Washington, akan pergi ke Istanbul bulan depan dan sedang belajar bahasa Turki untuk melihat apakah ia bisa mendapatkan pengetahuan dasar tentang bahasa tersebut sebelum ia berangkat.

“Çay içelim,” “merhaba,” dan “nasılsın” adalah beberapa frasa yang cocok dengan Tan, yang dalam bahasa Inggris berarti “Ayo minum teh,” “Halo,” dan “Apa kabar?”. Tiga bulan dalam studinya, Tan menemukan bahasa yang menurutnya sangat menarik.

“Tujuan saya adalah benar-benar memiliki gagasan tentang bagaimana struktur bahasa bekerja,” katanya.

“Saya pikir Anda belajar banyak tentang masyarakat dan apa yang mereka anggap penting melalui bahasa. Dan kelas ini benar-benar membantu saya menyadari betapa metodisnya bahasa itu, betapa sangat jelas dan mudahnya untuk dipelajari. Hanya saja ada cukup banyak materi yang harus dikuasai,” tambahnya.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here