Yunani dan Turki Kerja Sama Dalam Perangi Migran Ilegal

0
35

Athena. Yunani dan Turki telah melakukan kontak dalam menangani migrasi ilegal, Menteri Migrasi Yunani Dimitris Vitsas mengatakan pada hari Kamis, 29 November 2018.

Berbicara kepada wartawan internasional di Athena, Vitsas mengatakan bahwa ia telah mengadakan pembicaraan dengan Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu untuk mencegah migrasi gelap.

“Turki, dengan segala kekuatannya, telah melakukan patroli di distrik Meric, provinsi Edirne barat laut. Kami juga melakukan upaya di pihak kami,” tambahnya.

Mengacu pada pembicaraan sebelumnya dengan menteri dalam negeri Turki, Vitsas mengatakan: “Kami telah berhasil menyelesaikan beberapa masalah dan yang paling penting adalah kebangkitan hubungan bilateral yang terhenti.”

Menggarisbawahi pentingnya peningkatan lebih lanjut hubungan bilateral, menteri Yunani mengatakan bahwa bertukar informasi antara dua negara telah berkontribusi untuk menghidupkan kembali hubungan yang sebelumnya telah berlangsung. Turki telah menjadi rute utama bagi para pengungsi yang mencoba menyeberang ke Eropa, terutama sejak awal perang sipil di Suriah.

Sekitar 60.000 migran gelap yang mencoba menyeberang ke Yunani ditahan di provinsi Edirne barat laut Turki dalam sepuluh bulan pertama pada tahun 2018. Turki dan Uni Eropa menandatangani kesepakatan pengungsi pada Maret 2016, yang bertujuan untuk mencegah migrasi tidak teratur melalui Laut Aegea dengan mengambil langkah-langkah ketat terhadap kasus perdagangan manusia dan meningkatkan kondisi lebih dari 3 juta pengungsi Suriah di Turki.

Aliran migrasi telah menurun sebesar 97 % setelah penandatanganan kesepakatan. Kesepakatan tersebut juga memungkinkan untuk mempercepat tawaran keanggotaan Uni Eropa Turki dan perjalanan bebas visa bagi warga negara Turki di wilayah Schengen.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here