YTB Menyelenggarakan Lokakarya Virtual Asia Pasifik

0
11

Acara tingkat tinggi membahas peluang, tantangan untuk membuka kembali wilayah Asia, memperkuat hubungan dengan komunitas.

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki pada hari Rabu (26/05/2021) menjadi tuan rumah lokakarya virtual untuk membahas peluang dan tantangan membuka kembali kawasan Asia-Pasifik, menyoroti peran penting negara itu sebagai mediator regional.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut diselenggarakan oleh Presidency for Turks Abroad and Related Communities (YTB) Turki dan mempertemukan para birokrat, akademisi, dan pakar di bidangnya.

Berbicara pada hari pembukaan, Ketua YTB Abdullah Eren mengatakan hubungan yang telah dikembangkan Turki dengan memainkan peran mediator di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan pentingnya negara itu.

Dia mengatakan YTB sedang bekerja untuk memperkuat hubungan dengan komunitas serumpun di berbagai wilayah.

Memperhatikan bahwa kawasan Asia-Pasifik memiliki populasi hampir 4 miliar, dan terdapat 850 juta Muslim di kawasan itu, Eren mengatakan bahwa 47% umat Islam di dunia tinggal di kawasan ini.

“Dalam mengembangkan strategi, proyek China, India, dan Jepang perlu dikaji dan dianalisis dengan baik,” katanya.

Dia menggarisbawahi bahwa siswa yang lulus dengan program Beasiswa Turkiye YTB telah mencapai posisi senior di negara asal mereka.

Beasiswa, juga dikenal sebagai Turkiye Burslari, menawarkan berbagai program yang dirancang untuk setiap tingkat studi, termasuk peluang sarjana, pascasarjana, penelitian, dan pendidikan bahasa di universitas paling bergengsi di Turki untuk mahasiswa dan peneliti internasional.

“Beasiswa untuk mahasiswa menjadi perhatian utama. Hampir 7.500 mahasiswa telah mendapatkan beasiswa dari kawasan Asia-Pasifik sejak 1992. Saat ini sekitar 1.444 mahasiswa sedang menempuh pendidikan di Turki. Kami memiliki 4.972 alumni dari kawasan Asia-Pasifik,” tambahnya.

‘Pekerjaan penting yang harus diselesaikan’

Serdar Cam, Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, saat berbicara pada upacara pembukaan, mengatakan kawasan Asia dengan populasi Muslim terbesar telah dilihat sebagai geografi “jauh dari Turki dan di luar pengetahuannya.”

“Saya pikir ada pekerjaan yang sangat penting yang harus dilakukan untuk geografi ini, mulai dari geografi terdekat kami dan meluas ke Selat Bering, yang menghubungkan dua dunia, Timur dan Barat, di ujung lain planet ini,” katanya.

Menekankan bahwa ada “perubahan penting” dan “proses transformasi” di seluruh dunia, Cam mengatakan ada interaksi kekuatan di kawasan Asia saat ini.

Merujuk pada proyek-proyek China seperti Belt and Road Initiative (BRI), New Silk Road, serta terobosan India dan negara-negara lain di kawasan itu, Cam mengatakan semua perubahan dan transformasi global telah menuju integrasi.

Ia juga menekankan bahwa seorang peneliti yang bekerja di suatu daerah tidak cukup hanya mengkhususkan diri pada bidang tertentu saja, dan mengimbau peneliti untuk mengenal daerah lain di seluruh dunia.

“Tidak cukup bagi seorang peneliti yang pergi ke Afrika hanya mengetahui Afrika, ia perlu mengetahui Asia dan Cina. Ia juga harus mengenal Amerika dan Eropa. Begitu pula, tidak mungkin orang-orang di Barat menjauh dari Timur Jauh,” tambahnya.

Lokakarya tersebut juga mencakup diskusi dan presentasi oleh para akademisi dari beberapa universitas di seluruh Turki, yang menekankan pentingnya mengembangkan hubungan dengan kawasan Asia-Pasifik dengan menciptakan pendekatan “win-win” melalui perdagangan, akademik dan cara diplomatik.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here