White House: Erdogan Undang Trump untuk Kunjungi Turki di Tahun 2019

0
62
Foto TRT World

Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Hogan Gidley mencatat dalam sebuah pernyataan bahwa Trump sangat terbuka untuk turut serta dalam pertemuan-pertemuan potensial. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengundang Presiden AS Donald Trump untuk mengunjungi Turki pada tahun2019, berdasarkan informasi dari seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan pada hari Senin, 24 Desember 2018.

“Sementara tidak ada agenda pasti yang sedang direncanakan, Presiden sangat terbuka untuk pertemuan potensial di waktu mendatang,” kata juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya pada hari itu, Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan bahwa Trump telah menerima undangan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk mengunjungi Turki pada 2019 selama panggilan telepon pada hari Minggu (23/12/2018).

“Saat ini kami akan bekerja pada tanggal tersebut,” tutur Kalin dalam konferensi pers di Ankara.

Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Hogan Gidley mencatat dalam pernyataan bahwa tidak ada agenda pasti yang sedang direncanakan. Pembicaraan telepon yang cukup panjang dan produktif pada hari Minggu (23/12/2018) antara kedua pemimpin tersebut hanya membahas upaya untuk mengatasi penarikan pasukan AS dari Suriah.

“Kami membahas ISIS (Daesh), keterlibatan kami di Suriah, dan penarikan pasukan AS yang cukup lambat serta koordinasi di daerah tersebut. Setelah bertahun-tahun, akhirnya mereka pulang,” ucap Trump di Twitter.

Trump mengumumkan rencana Rabu lalu untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah setelah panggilan telepon dengan Erdogan pada 14 Desember, di mana kedua pemimpin negara tersebut sepakat tentang perlunya koordinasi yang lebih efektif di negara yang dilanda perang.

Penarikan itu dilakukan menjelang kemungkinan operasi militer Turki di timur laut Suriah terhadap kelompok teroris YPG / PKK. Menyusul keputusan penarikan pasukan AS, Turki mengumumkan akan menunda operasi militernya yang direncanakan melawan teroris di sebelah timur Eufrat di Suriah.

Sejak 2016, Ankara telah melakukan dua operasi militer serupa di Suriah utara. Presiden Turki terakhir kali mengunjungi Gedung Putih pada Mei 2017 dan mengadakan pertemuan selama 50 menit dengan Presiden Amerika di sela-sela KTT G20 di Argentina pada awal Desember kemarin.(Yn)

Sumber: TRT World

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here