Wapres Turki: ‘Turki Siapkan Pengiriman Lebih Banyak Bantuan ke Lebanon’

0
24

Ankara juga bersedia membantu untuk membangun kembali pelabuhan Beirut, termasuk gedung-gedung di dekatnya yang telah hancur lebur akibat ledakan selasa lalu, kata wakil presiden Turki

BERITATURKI.COM, Beirut| Ankara siap mengirim lebih banyak bantuan medis dan bantuan makanan untuk membantu Lebanon selama dibutuhkan, kata wakil presiden Turki pada hari Sabtu. 

Fuat Oktay, yang mengunjungi ibu kota Lebanon bersama dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, mengatakan semua rumah sakit dan ambulans udara Turki siap melayani Lebanon, karena negara itu menangani dampak dahsyat dari ledakan besar-besaran pada Selasa di pelabuhan Beirut. 

Berbicara setelah pertemuan dengan Presiden Lebanon Michel Aoun, Oktay mengatakan Ankara telah memberi tahu Lebanon bahwa untuk sementara mereka dapat menggunakan pelabuhan Mersin Turki sampai pelabuhan Beirut dibangun kembali.

“Turki siap membantu membangun kembali pelabuhan Beirut yang rusak berat dan gedung-gedung di dekatnya,” kata wakil Presiden Turki. 

Oktay dan Cavusoglu bertemu Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab, yang membawa mereka ke lokasi ledakan.

Para pejabat Turki menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa dan harta benda, dan menegaskan kembali kesediaan Ankara untuk membantu dalam segala aspek.

“Badan bantuan kami TIKA [Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki] datang ke sini segera setelah kejadian dan membawa sekitar 400 ton gandum ke pelabuhan Tripoli [di Lebanon utara] untuk membantu mengatasi kekurangan pangan. Kami juga membawa obat-obatan dan peralatan medis ” kata Oktay.

Dia mengatakan pandemi masih menjadi ancaman dan Turki akan terus mendukung untuk membatasi dampak pandemi di negara labil politik itu.

Wapres Turki juga menambahkan bahwa “mereka juga telah mengirimkan alat pernapasan (Ventilator), Kami akan terus memberikan lebih banyak bantuan selama beberapa hari mendatang,” ujar wakil presiden Turki.

Diab mengatakan dia yakin Turki akan melakukan segala daya untuk membantu Lebanon melewati masa sulit ini.

Dia menambahkan bahwa duta besar Turki untuk Lebanon Hakan Cakil juga merupakan bagian dari komite krisis yang dibentuk setelah ledakan tersebut.

Oktay dan Cavusoglu kemudian mengunjungi parlemen Lebanon, di mana mereka bertemu dengan Ketua Umum Nabih Berri.

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengunjungi dan menerima informasi terkini tentang operasi pencarian dan penyelamatan dari Kepala Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) Mehmet Gulluoglu dan anggota AFAD dan Badan Nasional Turki Tim Penyelamat Medis (UMKE) saat operasi berlanjut setelah kebakaran di gudang dengan bahan peledak di Pelabuhan Beirut menyebabkan ledakan besar pada 4 Agustus, di Beirut, Lebanon pada 08 Agustus 2020. (Muhammet Fatih Oğraş – Anadolu Agency)

Bertemu dengan keluarga Turki

Para pejabat juga bertemu dengan keluarga masyarakat Turki yang terluka dalam ledakan di Beirut.

Mereka menanyakan tentang kondisi korban luka dan meyakinkan keluarga akan dukungan penuh dari pemerintah pusat di Ankara.

Oktay mengatakan pasien dapat dibawa dan dirawat di Turki jika dokter mengizinkan.

Awal pekan ini, Cavusoglu mengatakan enam warga Turki terluka dalam ledakan itu – lima menderita luka ringan dan satu menjalani operasi, Ujar Çavuşoğlu.

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengunjungi dan menerima informasi terkini tentang operasi pencarian dan penyelamatan dari anggota Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) dan Tim Penyelamat Medis Nasional Turki (UMKE) karena operasi berlanjut setelah kebakaran di gudang dengan bahan peledak di Pelabuhan Beirut menyebabkan ledakan besar pada 4 Agustus, di Beirut, Lebanon pada 08 Agustus 2020. (AA)

‘Kami berdiri bersama orang-orang Lebanon’

Dalam kunjungan tersebut, Menlu Turki Cavusoglu juga menegaskan kembali dukungan Turki untuk rakyat Lebanon.

Dia mengatakan Ankara berdiri dengan orang-orang Lebanon tanpa diskriminasi antara Sunni, Syiah, Kristen, atau Arab.

“Kami juga mendukung kerabat kami yang ada di Lebanon, keturunan bangsa Turki dan Turkmens di Lebanon dan di seluruh dunia. Kami akan memberikan kewarganegaraan Turki kepada saudara-saudara kami yang mengatakan ‘Saya orang Turki, saya orang Turkmenistan,’ dan mengungkapkan keinginan mereka untuk menjadi warga negara. Ini adalah instruksi Presiden [Turki] kami [Recep Tayyip] Erdogan,” kata Cavusoglu.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 158 orang telah tewas dan lebih dari 6.000 lainnya luka-luka sejak ledakan Selasa melanda beberapa bagian ibu kota Lebanon.

Namun, jumlahnya cenderung meningkat seiring upaya terus menemukan orang hilang.

Tragedi itu terjadi pada saat Lebanon mengalami krisis ekonomi terparah, termasuk penurunan drastis nilai pound (Lebanon) terhadap dolar.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here