Wamenlu : Turki Tidak Akan Pernah Mengakui Aneksasi Ilegal Krimea

0
31

Aneksasi adalah ilustrasi kegagalan PBB dalam menjaga perdamaian dan ketertiban internasional, kata diplomat senior Turki.

BERITATURKI.COM, Ankara – PBB telah gagal berkali-kali untuk menjaga perdamaian dan ketertiban internasional, seperti dalam kasus aneksasi ilegal Krimea, yang “belum dan tidak akan pernah  diakui Turki,” kata seorang diplomat senior Turki pada hari Selasa (23/02/2021).

Berbicara pada acara khusus tentang Krimea pada sesi ke-46 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Wakil Menteri Luar Negeri Yavuz Selim Kiran menekankan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina harus dihormati.

Kiran menggarisbawahi bahwa Turki telah berulang kali dan dengan keras mengecam “aneksasi ilegal Krimea”.

Mengacu pada orang-orang Tartar di Krimea yang memiliki hubungan dan ikatan sejarah yang unik dengan Turki, Kiran mengatakan pencaplokan semenanjung Rusia pada tahun 2014 memperburuk keadaan mereka secara signifikan.

“Saat ini, para pemimpin komunitas Tartar tidak diizinkan memasuki tanah air bersejarah mereka. Prosedur hukum yang tidak dapat dibenarkan dan penahanan ilegal yang menargetkan Tartar dari Krimea semakin meningkat,” katanya.

Dengan latar belakang ini, masyarakat internasional harus lebih berupaya untuk melindungi hak-hak Krimea Tartar, tambah Kiran.

Militer Rusia memasuki Semenanjung Krimea pada Februari 2014 dengan Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi membagi wilayah itu menjadi dua subjek federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.

Etnis Tartar Krimea telah menghadapi penganiayaan sejak pengambilalihan semenanjung oleh Rusia pada 2014. Turki dan AS, serta Majelis Umum PBB, memandang aneksasi itu ilegal.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here