Video Viral Dukungan Dunia Islam untuk Ekonomi Turki

0
396

Nilai tukar mata uang Turki, Lira terhadap dolas AS turun sebanyak 20%. Sepanjang tahun lalu, Lira juga telah merosot lebih dari 40%. Salah satu penyebabnya adalah sanksi ekonomi oleh Trump pada Turki berupa pemberitahuan bea masuk dua kali lipat baja dan alumunium.

Trum memberikan sanksi pada Turki setelah seorang warganyam Pastor Andrew Brunson ditahan atas tuduhan melakukan kegiatan terorisme di Turki. Pastor Branson didakwa membantu FETO dalam upaya kudeta 2016 yang gagal dan menjadi mata-mata untuk kelompok teroris PKK.

Pemerintah AS terus menekan Turki untuk melepaskan warganya, namun Erdogan mengatakan bahwa Turki tidak akan tunduk pada tekanan AS. Erdogan menyeru rakyatnya untuk menukarkan mata uang asing yang mereka simpan dimanapun menjadi mata uang Lira.

Erdogan juga membalas sanksi AS dengan memberlakukan boikot terhadap produk elektronik dan menaikkan tarif impor. Rakyat Turki melawan sanksi ekonomi dengan membakar dan merobek uang dolar yang mereka miliki. Video pembakaran dolar pun viral.

Umat Islam dari penjuru dunia mengulurkan tangan untuk membantu Turki dengan segala kemampuan yang mereka miliki. Seorang warga negara Senegal, Mohammad Yousef mengkampanyekan produk-produk Turki yang bisa dibeli untuk mendukung Turki.

“Jika Turki kokoh dan kuat, maka begitu juga negeri-negeri Muslim. Allah bersama Turki. Kami bersama Turki. Kami semua berdo’a pada Alloh untuk menghentikan kesulitan yang dialami Turki,” ungkap Mohammed Yousef, warga Senegal.

Sayyid Muhammad Mustafa, imam berdarah Mesir yang tinggal di Kuwait menawarkan menyumbangkan perhiasan istrinya untuk mendukung Lira Turki.

“Cinta saya untuk saudara-saudari Turki kami. Anda (Turki) adalah harapan semua umat Muslim,” tutur Sayyid Muhammad Mustafa, imam asal Kuwait.

Warga Kuwait yang sedang berwisata di Turki juga berbondong-bondong menukarkan mata uang asing dengan mata uang Lira.

“Kita diwajibkan untuk membela negara Muslim Turki dan rakyatnya”, ujar Faisal al-Muslim, mantan anggota parlemen Kuwait.

Penduduk Suriah di kota Al-Bab, utara Suriah mendukung ekonomi Turki dengan mengganti mata uang asing mereka menjadi Lira Turki.

“Sebagai rakyat Suriah kami persembahkan harta kami, kehidupan dan nyawa untuk Turki,” tegas Sharif Abo, warga Suriah.

Sejumlah pengusaha Lebanon, meluncurkan aksi solidaritas mendukung Turki dengan menukarkan dolar mereka menjadi Lira.

“Kami turut mendukung Turki yang telah menjadi simbol (majunya) perkembangan dan peradaban di negeri-negeri Muslim,” ucap Ahmad Al-Taish, pengusaha asal Lebanon.

Kampanye untuk memboikot produk dan restoran AS diluncurkan di Maroko untuk mendukung Turki yang terkena sanksi ekonomi.

Pengguna media sosial Pakistan juga meluncurkan gerakan membeli produk-produk Turki dan mata uang Lira, serta mengajak berwisata ke Turki.

“Pada awal 1920-an, Muslim di anak benua (India, Pakistan) dibela oleh saudara-saudara Turki ketika mereka mendapatkan masalah, dan saat ini setelah 100 tahun kita akan berdiri membela saudara-saudara Turki kita,” seorang warga Pakistan, Ali Osman menyatakan.

Perdana menteri Pakistan yang baru saja terpilih, Imran Khan juga menyatakan dukungannya untuk Turki lewat akun Twitternya. Imran Khan menyatakan bahwa atas nama dirinya dan rakyat Pakistan, ia ingin memberitahu Presiden Erdogan dan rakyat Turki bahwa mereka mendo’akan kesuksesan Turki dalam menghadapi tantangan-tantangan ekonomi yang sulit saat ini.

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani terbang ke Turki untuk mendukung sekutu dekatnya ini dalam menghadapi krisis.

Syeikh Ali Al-Qaradhagi, Sekjen Persatuan Ulama Internasional membuat tulisan twitternya terkait krisis Turki.

“Saya tidak akan menyeru untuk mendukung Lira Turki atau meninggalkannya, namun saya mengajak Anda untuk menilai dengan akal. Cukup kalian ikuti (amati) orang-orang yang senang dengan jatuhnya mata uang  (Turki), mereka adalah Amerika, Zionis dan beberapa negara Arab yang berputar di orbit Zionis dan tuan-tuan Amerika mereka!”, Syeikh Ali Al-Qaradaghi, Sekjen Persatuan Ulama Internasional menyatakan.

Menanggapi masalah ini, Erdogan sendiri optimis dan menyatakan bahwa jika mereka (Amerika) punya Dolar, kita (Turki) punya Allah dan juga rakyat.

Stay strong, Turkey!(Yn)

Sumber: Cordova Media

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here