Video Dokumenter Tentang Pengembangan Drone Bersenjata Milik Turki Dirilis di Youtube.

0
187
Pesawat Drone Bersenjata (AKINCI), 1 dari 3 teknologi militer tercanggih di dunia, saat ini.

Video dokumenter tersebut menceritakan bagaimana proses pengembangan kendaraan udara tanpa awak Akinci buatan Baykar Technologies dari awal.

BERITATURKI.COM, Istanbul (26/05)

Sebuah video dokumenter tentang pesawat militer tak berawak milik Republik Turki dirilis pada hari libur pertama Muslim Idul Fitri (24 Mei, kemarin lusa).

Dokumenter, berjudul AKINCI diadopsi dari nama model pesawat tanpa awak tersebut, telah mendokumentasikan proses pembuatan dan pengembangan pesawat udara tak berawak (UCAV) dan diposting di saluran YouTube pembuat senjata Baykar Technologies pada hari Ahad (dua hari lalu).

video ini dirilis pada pukul 20.23 waktu setempat (17:23 GMT), mengacu pada ulang tahun pendirian ke-100 Negara Turki yang akan jatuh pada tahun 2023 mendatang. Turki diakui sedang menyiapkan proyek besar-besaran dalam menyambut ulang tahun ke-100 negara mereka, yang dikneal juga dengan visi 2023 Republik of Turkey.

Chief Technology Officer Baykar Tech. Selcuk Bayraktar (yang juga suami dari putri bungsu Presiden Erdogan ini, red.) memposting dua trailer dokumenter di akun Twitter pribadi-nya selama seminggu terakhir.

AKINCI, disutradarai oleh Altug Gultan dan Burak Aksoy, dishooting selama 15 bulan terakhir di fasilitas Baykar di kota metropolitan Turki, Istanbul dan provinsi Tekirdag di barat laut.

Ini mencakup periode enam bulan hingga 6 Desember 2019 ketika drone terbang untuk pertama kalinya.

Bayraktar dan para pemimpin tim teknik Baykar menceritakan upaya yang mengarah pada pengembangan pesawat hi-tech pertama Turki.

Prototipe Akinci UCAV PT-1 melakukan penerbangan keduanya pada 10 Januari, sedangkan prototipe kedua integrasi PT-2 baru-baru ini selesai.

UCAV, yang dapat terbang hingga 24 jam atau sehari penuh, memiliki ketinggian maksimum 40.000 kaki dengan lebar sayap 20 meter (65 kaki) dan kapasitas muat melebihi 1 ton, atau 1.350 kilogram (2.976 pon).

Berat take-off maksimum Akinci adalah 5.500 kilogram (12.125 pound). Ini memiliki dua mesin 450-tenaga kuda tetapi dapat dilengkapi dengan mesin 750-tenaga kuda atau mesin 240-tenaga kuda buatan lokal.

Dengan Akinci UCAV, Turki akan menjadi satu dari tiga negara yang mampu menghasilkan kelas drone seperti ini.

Ini akan memberikan keamanan penerbangan yang tinggi dengan kontrol penerbangan sepenuhnya otomatis dan sistem pilot otomatis triple-redundan.

Akinci dilengkapi dengan radar AESA (active electronically scanned array) buatan lokal dan rudal udara-ke-udara Gokdogan dan Bozdogan.

Pesawat cerdas ini juga dapat meluncurkan beberapa amunisi buatan lokal, seperti rudal jelajah SOM (stand-off), untuk target strategis. Ia dapat mengumpulkan dan menyimpan data dari sensor dan kameranya melalui enam komputer kecerdasan buatan (AI).

Fitur tersebut mampu mendeteksi target darat yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia, drone tidak terbang dengan GPS, tetapi sistemnya sendiri.

Berikut link cuplikan video yang telah di unggah oleh Agensi Berita Turki pada tanggal 25 Mei Kemarin; https://cdnuploads.aa.com.tr/uploads/VideoGallery/2020/05/25/c778f5b2ffab829f3c86d81fc3d5a6b9.mp4

Sebagai informasi tambahan drone ini telah membantu kesuksesan tentara Turki membasmi teroris di perbatasannya kontra PKK dan YPG/PYD di kawasan konflik Suriah, dan juga kontra Jenderal Pemberontak Khalifa Haftar pekan lalu.red. [AA].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here