Upayakan Kurangi Ketegangan dan Kembalikan Objektivitas, Persatuan Islam Turki di Jerman Gelar Rapat

0
46
Foto Anews

Persatuan Islam-Turki untuk Urusan Agama (DITIB) di Jerman menyerukan upaya pengurangan ketegangan dan pengembalian objektivitas dalam menangani permasalahan. Hal tersebut dilakukan karena mengacu pada perdebatan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, di mana DITIB dituduh melakukan spionase oleh pemerintah Jerman.

DITIB mengumumkan pada hari Senin, 7 Januari 2019, bahwa dalam rapat anggota dewan yang diadakan pada 4 Januari, telah dipilih ketua dewan baru dengan tujuan untuk meredakan perdebatan yang telah berlangsung hampir tiga tahun. Dalam sebuah pernyataan pers, serikat tersebut mengutarakan bahwa selama tiga tahun terakhir, mereka telah menghadapi kritik yang berlebihan dan sebagian lainnya tidak berdasar.

“Perdebatan yang membagi masalah sebagai ‘Anda’ dan ‘kami,’ serta menganggap Muslim sebagai lawan dan bermasalah, tidak hanya menyakiti umat Islam di Jerman namun juga meracuni diskusi serta budaya komunitas yang kita miliki. Ada kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketegangan dan kembali dalam penanganan masalah secara obyektif,” tutur pernyataan itu,

Perdebatan tentang DITIB yang saat ini mengelola lebih dari 900 masjid di Jerman untuk komunitas Turki yang berpenduduk hampir 5 juta orang dan kelompok minoritas Muslim lainnya, mencapai puncaknya ketika pemerintah Jerman menuduh organisasi tersebut sebagai gerakan spionase pada tahun 2016.

Pada tahun 2017, sebuah penyelidikan diluncurkan oleh kantor kejaksaan Jerman terhadap beberapa imam yang berafiliasi dengan DITIB atas tuduhan mata-mata. Polisi Jerman menggerebek rumah empat imam di negara bagian North Rhine-Westphalia dan Rhineland-Palatinate dengan alasan melakukan spionase atas nama Pemerintah Turki terhadap Organisasi Teror Gülenist (FETO), kelompok yang mendalangi kudeta Turki yang gagal pada 15 Juli 2016 yang gagal.

Kepala Urusan Agama Turki (Diyanet) menolak tuduhan mata-mata tersebut sejak awal dan mencatat bahwa tidak adanya perintah yang telah dikirim ke DITIB, yang merupakan organisasi independen dan terpisah. Bertolak belakang dengan tuduhan resmi Jerman, Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi (BfV) di Rhine-Westphalia Utara tidak menemukan bukti yang menghubungkan DITIB dengan kegiatan spionase.

Dalam pernyataannya hari Senin (07/01/2019), DITIB mengatakan siap mengambil bagiannya untuk mengurangi ketegangan, dan juga menambahkan bahwa Diyanet di Ankara akan terus menjadi rujukan spiritual dan keagamaan bagi organisasi tersebut. DITIB menyatakan bahwa konsep Islam di Jerman yang liberal, konservatif dan sekuler dalam kerangka Konferensi Islam yang diselenggarakan oleh Pemerintah Jerman, tidak mencerminkan realitas Islam di masjid-masjid.

Konferensi Islam Jerman, yang diselenggarakan selama lebih dari satu dekade oleh Kementerian Dalam Negeri Jerman, juga menimbulkan kontroversi pada bulan November untuk susunan dan praktik-praktiknya, seperti menyajikan daging babi untuk makan siang bersama dengan alternatif lain.

“DITIB akan terus menjadi penjamin yang paling kuat dan penting dalam memahami Islam moderat berdasarkan sumber daya dan alasan yang ditujukan kepada semua Muslim dengan semua layanan, masjid, dan organisasi regionalnya,” kata pernyataan itu.

DITIB yang berbasis di Cologne adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Jerman. Didirikan pada tahun 1984 sebagai cabang Diyanet, badan keagamaan tertinggi di Turki. Selama bertahun-tahun, DITIB adalah mitra dalam banyak proyek kontra-ekstremisme dan integrasi yang didukung pemerintah. Kazim Türkmen, penasihat layanan keagamaan kedutaan Berlin, juga telah diangkat sebagai ketua baru dewan direksi DITIB.(Yn)

Sumber: Anews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here