Ukraina dan Rusia Menyepakati Gencatan Senjata Sementara di Daerah Evakuasi

BERITATURKI.COM, Brest – Pada hari kamis (3/3), Delegasi Rusia dan Ukraina telah melaksanakan pertemuan kedua di kota Brest, tepatnya di perbatasan Belarusia.

Delegasi Ukraina tiba dengan helikopter ke kawasan Hutan Belovejsk di kota Brest yang berbatasan dengan Belarusia, Polandia dan Ukraina tersebut.

Anggota delegasi Rusia dan Ukraina datang ke tempat pertemuan dengan saling berjabat tangan.

Delegasi Rusia dipimpin oleh Vladimir Medinskiy yang merupakan Penasihat Presiden Rusia Vladimir Putin dan delegasi Ukraina dipimpin oleh Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Mihail Podolyak.

Dalam perundingan ini diharapkan dapat menghentikan konflik, membuat gencatan senjata, membangun koridor evakuasi untuk pemindahan warga sipil dari pemukiman dan membahas masalah politik.

Medinskiy yang datang ke tempat pertemuan kemarin, telah mengumumkan bahwa perundingan putaran kedua akan dimulai pagi ini.

Sebelumnya putaran pertama perundingan antara delegasi Ukraina dan Rusia tentang perang Rusia-Ukraina berlangsung pada 28 Februari di wilayah Gomel Belarusia yang berbatasan dengan Ukraina dan berlangsung selama 5 jam.

Perundingan ini bertujuan untuk menghentikan konflik dan mengadakan gencatan senjata yang dilanjutkan dengan jeda dari waktu ke waktu.

Delegasi Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk mengadakan perundingan putaran kedua dalam waktu dekat untuk mencapai gencatan senjata.

Kedua Delegasi Menyepakati Gencatan Senjata Sementara di Daerah Evakuasi.

Delegasi Ukraina-Rusia setuju untuk memberikan gencatan senjata sementara di daerah warga sipil akan dievakuasi dari Ukraina, yang masih berada di bawah serangan Rusia.

Putaran kedua negosiasi antara Rusia dan Ukraina di kawasan Hutan Belovejsk di Brest, yang berbatasan dengan Belarusia dengan Polandia dan Ukraina, telah berakhir. Kedua pihak memutuskan untuk melanjutkan perundingan.

Dalam pertemuan Ukraina-Rusia, dilaporkan bahwa kedua pihak menyepakati pembuatan koridor kemanusiaan bersama untuk evakuasi warga sipil. Kesepakatan ini dicapai sesuai dengan ketentuan gencatan senjata sementara di daerah-daerah di mana evakuasi akan dilakukan.

Dengan memimpin delegasi Ukraina, Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Mihail Podolyak mengatakan di akhir pertemuan putaran kedua negosiasi ia mengatakan, “Sayangnya, kami tidak mendapatkan hasil yang kami harapkan. Yang bisa saya katakan adalah; bahwa kita telah membahas dimensi manusia secara cukup rinci. Karena saat ini banyak kota yang masih terkepung, ada situasi dramatis mengenai makanan, obat-obatan dan evakuasi,”

Proses Perundingan akan Dilanjutkan Sesegera Mungkin

Saat menyatakan bahwa mereka setuju dengan pihak Rusia bahwa negosiasi akan dilanjutkan di putaran ke-3 sesegera mungkin, Podolyak melanjutkan sebagai berikut:

“Kedua pihak sepakat untuk menyediakan koridor kemanusiaan bersama untuk evakuasi warga sipil. Mereka juga menyepakati gencatan senjata sementara di daerah-daerah evakuasi untuk mengirimkan obat-obatan dan makanan ke tempat-tempat terkena konflik paling parah.”

Podolyak menegaskan untuk menerapkan keputusan tersebut dan proses logistik yang akan menyediakan jalur khusus dan kerjasama akan segera dilakukan.

Posisi Jelas dan Terperinci

Kepala delegasi Rusia, Vladimir Medinskiy yang merupakan Penasihat Presiden Rusia Vladimir Putin, juga menyatakan bahwa militer, bantuan kemanusiaan internasional dan solusi politik untuk masalah tersebut telah dibahas selama perundingan berlangsung.

Medinsky berkata:

“Posisi-posisi itu ditulis dengan jelas poin demi poin. Beberapa di antaranya telah disepakati. Kami memecahkan masalah paling penting mengenai penyelamatan warga sipil di daerah-daerah di mana konflik terjadi. Oleh karena itu, perwakilan dari kementerian pertahanan Rusia dan Ukraina, telah menyepakati dan mendukung koridor kemanusiaan untuk keluarnya warga sipil. Selama keluarnya warga sipil di daerah di mana koridor ini berada, kami menyepakati penghentian sementara gerakan militer.”

Medinskiy meminta warga sipil untuk menggunakan koridor kemanusiaan yang akan dibuat atau melakukan yang terbaik untuk menghentikan konflik.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here