Turkiye Menyerukan Pengurangan Ketegangan antara Rusia dan Ukraina

Eskalasi tidak menarik minat siapa pun, kata Dewan Keamanan Nasional Turkiye.

BERITATURKI.COM, Ankara – Dewan Keamanan Nasional Turkiye pada hari Kamis (27/01/2022) menyerukan penurunan ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Eskalasi itu tidak untuk kepentingan siapa pun, kata dewan yang diketuai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan di kompleks kepresidenan di ibu kota Ankara.

Rusia baru-baru ini mengumpulkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan timur Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer lain terhadap bekas tetangga Sovietnya.

Moskow telah membantah bahwa pihaknya sedang bersiap untuk menyerang dan mengatakan pasukannya ada di sana untuk latihan.

Pada hari Rabu, Erdogan menegaskan kembali bahwa dia siap menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Rusia dan Ukraina untuk “membuka jalan bagi membangun kembali perdamaian” karena ketegangan antara kedua negara menunjukkan sedikit tanda akan berkurang.

“Turkiye ingin ketegangan antara Rusia dan Ukraina diselesaikan sebelum mereka berubah menjadi krisis baru,” kata presiden dalam wawancara yang disiarkan televisi.

Proses pemulihan hubungan antara Turkiye dan Armenia

Mengenai proses pemulihan hubungan baru-baru ini antara Turkiye dan Armenia, pernyataan Dewan Keamanan Nasional menekankan pentingnya peningkatan mekanisme dan upaya untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di Kaukasus Selatan, dengan upaya konstruktif dan tulus para pihak, terutama Turkiye dan Armenia.

Turkiye dan Armenia telah lama berselisih karena segudang masalah, termasuk penolakan Armenia untuk mengakui perbatasan bersama mereka hingga insiden bersejarah yang melibatkan populasi Armenia Kekaisaran Ottoman selama Perang Dunia I pada tahun 1915.

Pertemuan pertama perwakilan khusus dari kedua negara diadakan pada 14 Januari di Moskow, Rusia.

Menurut sebuah pernyataan oleh Kementerian Luar Negeri Turkiye, para pihak bertukar pandangan awal tentang proses tersebut “dalam suasana yang positif dan konstruktif” dan “setuju untuk melanjutkan negosiasi tanpa prasyarat yang bertujuan untuk normalisasi penuh.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here