Turki Wujudkan Impian Gadis 8 tahun Asal Suriah untuk Bisa Berjalan

0
58
Foto. Daily Sabah

 

Ankara. Lembaga bantuan kemanusiaan Turki membantu pembiayaan operasi pemasangan kaki prostetik untuk seorang gadis berusia 8 tahun yang merupakan pengungsi Suriah. Impian gadis kecil tersebut terwujud pada hari Sabtu, 8 Desember 2018.

Gadis tersebut bernama Maya Meri. Ia tidak memiliki kaki karena kondisi bawaan sejak lahir dan harus berjuang untuk berjalan menggunakan kaleng bekas yang ditempelkan oleh ayahnya hingga akhirnya tim kemanusiaan Bulan Sabit Merah Turki membawanya ke Turki pada bulan Juni 2018.

Foto Anadolu Agency

Beberapa bulan kemudian, pada hari Sabtu (08/12) Maya, Ali Meri, ayahnya, dan delegasi dari Bulan Sabit Merah Turki, kembali ke kamp pengungsi Ser Ceble di Idlib, barat laut Suriah, setelah proses operasi dan pemulihan yang berhasil dengan baik.

Gadis Suriah itu mendapat perhatian global ketika reporter Anadolu Agency yang berbasis di Idlib membagikan kisahnya kepada dunia pada 21 Juni 2018, hingga akhirnya Bulan Sabit Merah Turki menawarkan bantuan untuknya.

“Saya punya satu mimpi, yaitu berjalan,” tuturnya kepada Anadolu Agency selama musim panas.

Ayahnya memberi tahu Anadolu Agency bahwa ia berterima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam perawatan putrinya.

“Kami mendapat kaki protetik berkat mereka. Kami berterima kasih kepada semua orang yang membuat hidup kami lebih mudah. ​​Maya sangat senang karena sekarang ia telah memiliki kaki. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Turki,” katanya.

Kadir Akgündüz, koordinator Bulan Sabit Merah Turki, mengatakan bahwa mereka mulai merawat Maya sekitar lima bulan yang lalu.

“Hari ini, ia bergabung kembali dengan keluarganya dengan berjalan sendiri menggunakan kakinya,” jelas Akgündüz.

Akgündüz mengatakan Maya sangat senang bertemu kembali dengan saudara-saudaranya, menambahkan bahwa Bulan Sabit Merah Turki akan memberikan bantuan lebih lanjut kepada keluarganya.

Suriah telah terisolasi dalam perang sipil sejak awal tahun2011, ketika rezim Assad menindak keras protes pro-demokrasi dengan serangan senjata yang tidak terduga. Ratusan ribu warga sipil telah terbunuh dan terlantar akibat konflik, terutama oleh serangan udara yang dilakukan rezim dengan menargetkan daerah-daerah yang dikuasai oposisi.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here