Turki Ungkapkan Rasa Duka, Legenda Fotografer Ara Guler Wafat

0
56
Dok. AA

Istanbul. Fotografer terkenal asal Turki, Ara Guler, meninggal karena serangan jantung pada hari Rabu, 17 Oktober 2018. Nonagenarian Guler mengalami serangan jantung dan dibawa ke unit perawatan intensif Rumah Sakit Florence sebelum akhirnya dinyatakan wafat.  Guler menghembuskan nafas terakhir pada usia 90 tahun.

Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, dan Juru Bicara Presiden, Ibrahim Kalin, menghadiri upacara pemakaman yang diselenggarakan di Istanbul sebagai bentuk penghormatan kepada Guler. Oktay mengatakan bahwa Guler adalah seniman hebat yang mengilhami banyak fotografer dan mereka akan selalu ingat wawancara foto serta dokumenter buah karya Guler semasa hidup.

“Kami akan selalu mengingat tokoh-tokoh hebat dengan penuh rasa hormat,” tambahnya.

Secara terpisah, Kalin menyampaikan pesan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, bahwa Guler merupakan seorang guru besar dalam fotografi dan ia telah meninggalkan warisan yang begitu luar biasa bagi generasi muda Turki. Erdogan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Guler.

“Seniman besar terus hidup dengan karya seni mereka meskipun mereka telah tiada. Dan saya melihat Ara Guler merupakan salah satu master foto terpenting yang dimiliki Turki. Sebagai seniman besar, Guler telah mengabadikan banyak sejarah dengan kameranya,” kata Kalin.

Guler telah berhasil melakukan banyak wawancara dengan tokoh terkenal yang tentunya banyak diingat oleh masyarakat, seperti politikus Inggris Winston Churchill, filsuf Inggris Bertrand Russell, mantan PM India Indira Gandhi, pelukis Spanyol Salvador Dali dan Pablo Picasso, dan sutradara film kelahiran Inggris Alfred Hitchcock.

‘Mata Istanbul’

Julukan “Mata Istanbul” tersemat pada diri Guler berkat potret hitam-putihnya di kota Istanbul. Ia kemudian divonis menderita gagal ginjal dan harus dirawat tiga kali seminggu.

“Dialisis itu membuat saya tercengang,” ungkap Guler dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency pada tahun 2015.

“Saya tidak bisa melakukan apa pun selama tiga hari dalam seminggu. Dibutuhkan waktu empat jam sekali untuk dan itu tak tertahankan,” tutur Guler.

Namun, usia tua dan penyakit tidak menghentikannya untuk menekuni pekerjaannya. Pada 2015, ia masih mengambil foto pembangunan jembatan ketiga Istanbul yang sedang berlangsung di Bosphorus.

Pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018, dilangsungkan upacara peringatan bagi Guler yang diadakan di Galatasaray Square, di Istanbul sisi Eropa. Peti mati Guler dibawa ke sebuah gereja Armenia di distrik Beyoglu dan ia dimakamkan di Pemakaman Armenia di distrik Sisli usai upacara tersebut.

Guler memiliki keluarga di Turki. Ibunya berasal dari keluarga Armenia yang memiliki beberapa rumah di sekitar Beyoglu, sebuah lingkungan di Istanbul.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here