Turki Tidak Akan Pernah Akui Aneksasi Ilegal Krimea Oleh Rusia

0
25
Presiden Recep Tayyip Erdoğan bertemu dengan mitranya dari Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Istanbul, Turki, 16 Oktober 2020. (Foto: Reuters)

Hal itu disampaikan oleh Presiden Erdogan usai pertemuan bilateral kepada wartawan pada siaran pers bersama dengan Presiden Ukrayna Volodymyr Zelensky.

BERITATURKI.COM, Ankara- “Turki tidak dan tidak akan pernah mengakui aneksasi ilegal Krimea”, demikian secara ringkas rangkuman dari pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada pertemuan bilateral bersama dengan Presiden pada Jumat (16/10).

“Kami telah dan akan selalu mendukung kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, termasuk atas Krimea,” lanjut Erdogan dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelenskiy di ibu kota Ankara.

Zelenskiy tiba di ibu kota Turki untuk bertemu dengan Erdogan untuk membahas berbagai hal mulai dari pertahanan dan perdagangan hingga masalah bilateral, regional dan internasional, termasuk krisis Nagorno-Karabakh yang sedang berlangsung antara Azerbaijan dan Armenia.

“Turki melihat Ukraina sebagai negara kunci untuk memastikan stabilitas, keamanan, perdamaian dan kemakmuran di kawasan kami,” kata Erdogan.

Pasukan Rusia memasuki dan telah menduduki Semenanjung Krimea pada Februari 2014 lalu secara ilegal, dan setelah itu pun Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi membagi wilayah tersebut menjadi dua subjek federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.

Sejak saat itu, Tatar Krimea terus berjuang untuk integritas teritorial mereka bersama Ukraina melawan pendudukan Rusia.

Etnis Tatar Krimea telah menghadapi penganiayaan sejak pengambilalihan semenanjung Rusia tahun 2014, sebuah situasi yang dikecam Turki sejak 6 tahun belakangan.

Turki dan Amerika Serikat, serta Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA), memandang aneksasi itu ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.

Sumber: Daily_Sabah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here