Turki Tetapkan Lockdown Total Mulai 29 April Hingga 17 Mei

0
101

BERITATURKI.COM, Ankara- Presiden turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan “Mulai dari 29 April hingga 17 Mei, kami akan melakukan lockdown total COVID-19,” dalam sebuah pernyataan Senin malam (26/04) setelah pertemuan Kabinet di Kompleks Kepresidenan Ankara.

Ia menggarisbawahi bahwa kebijakan ini dikeluarkan berdasarkan pertimbangan atas peningkatan jumlah kasus di negara tersebut. Selain lockdown total, Erdoğan juga menyampaikan bahwa perjalanan antar provinsi juga akan dilarang.

Reservasi di fasilitas akomodasi tidak akan menjadi pengecualian untuk jam malam dan pembatasan perjalanan antarkota di Turki, katanya.

“Semua perjalanan antarkota akan mendapat izin, dan angkutan umum antarkota akan beroperasi dengan kapasitas 50%,” tambah Erdogan.

Sekolah tidak akan beroperasi antara 29 April dan 17 Mei, menurut peraturan baru yang diumumkan oleh presiden.

“Semua tempat kerja akan menghentikan aktivitas mereka selama lockdown penuh, kecuali yang tidak termasuk dalam surat edaran Kementerian Dalam Negeri,” katanya.

Penghitungan kasus Turki secara keseluruhan lebih dari 4,55 juta.

Lebih dari 45,3 juta tes virus korona telah dilakukan di Turki sejauh ini.

Erdogan baru-baru ini mengumumkan pengetatan pembatasan COVID-19 , termasuk pengembalian jam malam akhir pekan di area berisiko tinggi, serta tindakan lainnya.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan varian yang lebih menular yang pertama kali terdeteksi di Inggris menyumbang 75% dari semua kasus baru-baru ini .

Pada 14 Januari, Turki memulai kampanye vaksinasi COVID-19 massal, dimulai dengan petugas kesehatan bersama dengan pejabat tinggi untuk mendorong kepercayaan publik terhadap vaksin tersebut.

Menurut angka resmi, Turki sejauh ini telah memberikan lebih dari 20,9 juta suntikan vaksin COVID-19 di seluruh negeri.

Lebih dari 13 juta orang hingga saat ini telah menerima dosis pertama vaksin melawan virus, sedangkan dosis vaksin kedua diberikan kepada lebih dari 7,9 juta.

Dalam menghadapi meningkatnya kasus dan kematian, tindakan khusus diberlakukan minggu lalu di negara itu selama dua minggu pertama bulan suci Ramadhan.

Jam malam hari kerja sekarang berlangsung dari jam 7 malam (dimajukan dari jam 9 malam) hingga jam 5 pagi, di mana perjalanan antar kota juga dilarang, kecuali dalam keadaan darurat. Jam malam akhir pekan juga berlanjut di kota-kota berisiko tinggi.

Sumber: Daily_Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here