Turki Terapkan Jam Malam Terbatas (Curfew) Di Setiap Akhir Pekan Dan Menutup Sekolah

0
23

Pemberlakuan jam malam ini efektif berlaku sejak tanggal 20 hingga keluar keputusan berikutnya.

BERITATURKI.COM, Ankara- Turki akan menutup sekolah selama sisa semester kedepan dan memberlakukan jam malam (curfew) secara nasional setiap akhir pekan berlaku pada jam 8 malam hingga jam 10 pagi. Hal ini diumumkan Presiden Erdoğan ketika Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada hari Selasa dalam rangka upaya untuk mengekang peningkatan jumlah pasien COVID-19 di seluruh negeri yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Berbicara setelah pertemuan Kabinet yang berlangsung lebih dari tiga jam, Erdogan mengatakan bisnis seperti restoran, toko kelontong, pusat perbelanjaan dan salon rambut akan dibatasi jam operasinya antara pukul 10 pagi hingga 8 malam.

Presiden juga mengatakan jam malam yang diberlakukan sebelumnya untuk warga lanjut usia 65 tahun ke atas akan diperluas untuk mencakup orang berusia 20 tahun atau lebih muda.

Jam malam parsial untuk kelompok usia tersebut memungkinkan mereka keluar hanya antara pukul 10 pagi hingga 4 sore

Pembatasan baru juga memerintahkan agar semua acara olahraga diadakan tanpa penggemar.

Langkah-langkah lain yang diumumkan Erdoğan termasuk penutupan kedai kopi hingga pemberitahuan lebih lanjut, serta penutupan bioskop hingga akhir tahun.

Mengenai pendidikan, presiden mengatakan sekolah yang memasuki libur musim gugur selama seminggu pada hari Jumat akan tetap ditutup dan pendidikan akan dialihkan ke online saja.

Menyusul penurunan jumlah virus korona di musim panas, Turki memulai rencana multiphase pada bulan September untuk membuka kembali sekolah, memperkenalkan kembali siswa ke ruang kelas kelas demi kelas.

Sementara Kementerian Pendidikan sedang dalam tahap akhir dari rencananya untuk membuka kembali sekolah sepenuhnya, dengan tidak ada wabah besar yang dilaporkan di antara para siswa, pandangan umum dari krisis virus korona yang memburuk memaksa pemerintah untuk kembali ke pendidikan online.

Jumlah virus korona Turki secara keseluruhan sekarang mencapai 421.413 pasien.

Sebanyak 2.688 pasien juga pulih selama 24 jam sebelumnya, mendorong penghitungan menjadi 359.063, sedangkan jumlah kematian naik 103 menjadi 11,704.

Sekitar 156.692 tes COVID-19 dilakukan di seluruh negeri, sehingga totalnya menjadi lebih dari 16,4 juta.

Sebanyak 3.657 pasien berada dalam kondisi kritis.

Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit mingguan mencapai 54,7%, menurut angka kementerian.

Mendesak orang untuk mematuhi pedoman virus corona, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan mematuhi langkah-langkah dan bertindak bersama adalah yang paling penting dalam perang melawan virus.

Virus itu telah merenggut hampir 1,32 juta nyawa di 191 negara dan wilayah sejak Desember lalu, menurut Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.

Lebih dari 54,5 juta orang telah terinfeksi, dan lebih dari 35 juta pulih dari penyakit tersebut hingga saat ini.

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here