Turki Stop Beri Beasiswa Bagi Mahasiswanya di Amerika

0
74

Wakil Menteri Pendidikan Mustafa Safran mengumumkan bahwa mereka berencana untuk menghentikan pengiriman pelajar untuk menempuh gelar master ke universitas di Amerika. Hal tersebut merupakan salah satu langkah untuk mengekang dana yang masuk ke Amerika. Kini Turki mengalihkan para pelajarnya untuk belajar di Eropa dan Asia.

Wakil Menteri Pendidikan Mustafa Safran mengatakan pada pertemuan tentang pendidikan tinggi di ibukota Ankara, Turki membayar $ 35 juta setiap tahun untuk membiayai gelar master dan doktor warganya yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.

“Ini bukan angka yang bagus dan kami pikir proses studi tersebut tidak membantu siswa mencapai perkembangan yang rasional. Ini adalah beban ekonomi,” ujar Safran.

Ia menambahkan kementerian akan membahas masalah ini dengan Dewan Pendidikan Tinggi (YÖK) yang mengawasi universitas yang ada di Turki. Safran mengatakan bahwa Amerika Serikat sebagai tujuan utama pendidikan tinggi tidak lagi menjadi pilihan yang rasional.

“Ada banyak universitas yang mendapat peringkat tinggi dalam peringkat universitas global di wilayah Timur. Kita semua juga tahu kualitas universitas di Eropa. Oleh karena itu, kami akan menyarankan para siswa untuk melanjutkan studi di sana. Ini adalah keuntungan ekonomi bagi Turki dan kami percaya itu akan lebih bermanfaat bagi siswa dari segi kultur budaya, “kata Safran.

Dalam rencana pemberhentian kucuran dana beasiswa ke Amerika tersebut, hanya siswa yang mengejar gelar di bidang-bidang tertentu yang akan didanai untuk studi mereka di universitas Amerika, namun Safran tidak menyebutkan secara spesifik. Turki juga berencana untuk meningkatkan jumlah universitas yang menawarkan gelar master di beberapa bidang untuk mendorong siswa tinggal di Turki daripada belajar di luar negeri.

“Kami berencana untuk menjaga siswa mengejar gelar dalam pendidikan, komunikasi, teknik, administrasi bisnis dan lain-lain di Turki,” kata Safran.

Dalam dekade terakhir, Turki mengirim 15.900 orang ke luar negeri untuk belajar. Turki pertama kali memberlakukan undang-undang untuk mengirim siswa ke luar negeri dengan tunjangan bulanan oleh negara pada tahun 1929.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here