Turki Sambut 5,4 Juta Wisatawan Dalam 7 Bulan Selama 2020

0
72

Istanbul telah menjadi destinasi wisata yang paling diminati dengan jumlah wisatawan datang lebih dari 50% dari total wisatawan yang datang ke Turki keseluruhan.

BERİTATURKİ.COM, Antalya| Dalam 7 bulan pertama 2020, Turki telah berhasil menampung 5,4 juta wisatawan asing meski dilanda Pandemi, kata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) negara itu pada hari Senin.

Angka tersebut turun 78% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana pada periode Januari-Juli dari 24,7 juta turis datang ke Turki, sebelum Pandemi Covid-19 melanda, hal ini sebagaimana data resmi yang disampaikan Pemerintah.

Setelah muncul di China Desember lalu, Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia, telah menyebabkan puluhan juta orang terinfeksi dan ratusan ribu kematian.

Upaya untuk menerapkan protokol kesehatan dalam penyebaran virus -berfokus pada orang-orang yang tinggal di rumah dan menghindari sebagian besar kontak manusia- telah menghantam ekonomi dengan keras, terutama sektor pariwisata dan travel.

Setelah Februari, Turki menutup sektor pariwisatanya hingga Juni dan membatalkan sejumlah agenda seperti pameran dan simposium.

Dengan proses normalisasi yang dimulai pada Juni, fasilitas wisata di Turki dibuka kembali dengan langkah-langkah ketat untuk memastikan keamanan dan menghindari virus.

Dari Januari hingga Juli, Istanbul terus menjadi daya tarik wisata utama Turki, menarik hampir 50,07% pengunjung asing atau sekitar 2,7 juta pengunjung. Hal ini diperkirakan dipengaruhi oleh perubahan status Hagia Sophia dari sebelumnya Museum menjadi Masjid.

Edirne di Turki barat laut, yang berbatasan dengan Bulgaria dan Yunani, menyaksikan jumlah orang asing tertinggi kedua, dengan 817.292 orang pariwisata.

Kota resor Mediterania di Antalya mengikuti mereka dengan 9,8% atau 648.768 pariwisata asing.

Dari segi pengunjung asal negara, Jerman menyumbang lebih dari 11,39% atau hampir 2,67 juta pengunjung, diikuti oleh Bulgaria dengan 8,33%, Georgia dengan 6,39%, Rusia dengan 6,12%, dan Ukraina dengan 4,87% wisatawan.

Tingkat hunian hotel di seluruh Turki turun menjadi 33% pada Januari-Juli, turun 49,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, sebagaimana data yang dirilis Asosiasi Hotel Turki (TUROB). 

Pendapatan tarif penginapan per kamar yang tersedia (data RevPAR) turun 58,3% dibandingkan tahun lalu menjadi 20,1 Euro (sekitar 24 dolar) dalam tujuh bulan pertama tahun ini, sementara tarif harian rata-rata (ADR) untuk kamar mencapai 61,2 Euro (atau setara dengan 72,4 dolar), menurut data dari TUROB. 

Pada Juli lalu, Turki menyambut 932.927 pengunjung asing, turun drastis dibandingkan tahun lalu dimana data mencatat wisatawan yang datang ke Turki sebesar 6,6 juta orang.

Tahun lalu, lebih dari 45 juta orang asing memasuki Turki, naik 5,5 juta dari tahun 2018 dimana 39,5 juta wisatawan datang ke Turki.

Dalam program wawancara langsung dengan saluran TV swasta NTV, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Mehmet Nuri Ersoy mengatakan negara itu berharap akan menggaet 15 juta atau lebih wisatawan pada akhir 2020 jika lalu lintas udara tidak terganggu di tengah pandemi Covid-19. 

“Kami mungkin menerima lebih dari 11 miliar dolar pendapatan dari sektor pariwisata tahun ini,” kata Ersoy. 

Memperhatikan bahwa negara itu menyambut 6,5 juta turis baik internasional maupun domestik, Ersoy mengatakan angka itu termasuk 1,2 juta warga Turki yang tinggal di luar negeri.

“Musim panas, yang dimulai akhir tahun ini, tampaknya akan berakhir akhir tahun ini,” harapnya. 

Dia juga menggarisbawahi bahwa masyarakat cenderung lebih memilih negara sendiri untuk liburan karena pandemi. 

“Kami memutuskan untuk lebih meningkatkan Program Sertifikasi Pariwisata Aman kami yang bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan,” kata Eresin, ia menambahkan bahwa: “Kami ingin program menjadi permanen bahkan dalam periode pasca pandemi sambil meningkatkan kriterianya.”

Sejauh ini, sekitar 4.900 fasilitas telah disertifikasi di Turki, kata sang Menteri.

Sertifikasi Pariwisata yang Aman, diluncurkan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kebudayaan dan Pariwisata, dan Transportasi Turki, mencakup berbagai tindakan keselamatan dalam transportasi, akomodasi, dan kondisi kesehatan bagi wisatawan teemasuk karyawan perhotelan.

Sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi internasional memvalidasi pelaksanaan persyaratan kesehatan dan kebersihan yang ketat di maskapai penerbangan, bandara, dan fasilitas transportasi lainnya, serta di gerai akomodasi dan tempat makanan dan minuman lainnya./AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here