Turki, Rusia Sepakati ‘Kawasan Bebas Senjata’ di Idlib

0
50

Sochi, Rusia – Turki dan Rusia pada Senin (17/9) sepakat untuk menjadikan baratlaut provinsi Idlib Suriah menjadi wilayah demiliterisasi.

“Kami telah sepakat untuk penegakan daerah bebas senjata antara di daerah yang dikendalikan oposisi dan rezim Assad,” Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada konferensi pers dengan presideen Rusia Vladimir Putin di kota pesisir Sochi, mengikuti pertemuan antara kedua pemimpin negara.

Bersertaan dengan konferensi pers, Ankara dan Moskow menandatangani nota kesepahaman menyerukan stablisasi situasi di zona de-eskalasi Idlib, di mana segala aksi penyerangan dilarang.

“Saya percaya dengan nota ini, kami telah mencegah krisis kemanusiaan di Idlib,” kata Erdogan.

Putin mengatakan kawasan demiliterisasi akan diperluas antara 15 sampai 20km kedalam Idlib pada 15 Oktober mendatang.

Ia menambahkan kalau pembentukan kawasan tersebut akan disertai dengan penarikan kelompok-kelompok bersenjata, termasuk fron al-Nusra.

Putin mengatakan segala senjata berat harus ditarik dari kawasan pada 10 Oktober, atas saran dari Erdogan. Hal ini meliputi tank, peluncur roket, senjata dan mortir dari seluruh pihak.

Pengawasan bersama

Ia juga mengatakan kalau Rusia dan Turki akan memulihkan jalur transportasi antara Aleppo, Latakia, Hama Suriah ada akhir tahun 2018.

Erdogan mengatakan Rusia dan Turki akan mengadakan pengawasan bersama sepanjang batas kawasan.

“Kelompok oposisi akan tetap berada di kawasan yang telah mereka tinggali, kami akan memastikan bahwa kelompok-kelompok radikal tidak akan beroperasi di daerah tersebut.

Dia mengatakan Rusia akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi zona de-eskalasi di Idlib.

Kami akan bersama-sama menjamin pendeteksian dan pencegahan provokasi kedua pihak ketiga dan pelanggaran terhadap nota kesepahaman ini,” Erdogan menambahkan.

Putin mengatakan : “Rusia dan Turki menegaskan kembali keinginan mereka untuk melawan terorisme di Suriah dalam berbagai bentuk. […] Pelaksanaan praktis dari langkah-langkah yang telah direncanakan akan memberikan dorongan tambahan proses penyelesaian politik konflik suriah, mempercepat kerja dari perangkat Jenewa dan akan berkontribusi dalan pengembalian perdamaian di tanah Suriah.”

Presiden Rusia mengatakan kalau jalan ini didukung oleh pihak Suriah. Dia mengatakan kalau konsultasi dengan Damaskus akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Erdogan juga mengatakan “sarang terror” di timur sungai Eufrat merupakan ancaman “terbesar” bagi masa depan Suriah.

“Struktur utama yang berusaha melawan integritas kawasan Suriah dan mengancam keamanan nasional Turki adalah PYD/YPG,” kata Erdogan, menambahkan kalau “rawa teror” harus dikeringkan.

Hubungan bilateral

Erdogan mengatakan volume perdagangan antara Rusia dan Turki bertambah 33 persen di awal pertengahan 2018 dan mencapai sekitan USD 15 milyar.

Dia menambahkan enam juta wisatawan Rusia telah mengunjungi Turki pada akhir tahun ini.

Erdogan juga mengatakan Ankara berharap Moskow dapat mengeluarkan pemerintahan bebas visa sekali lagi.

“Para menteri kami sedang mengusahakan hal ini dan kami berharap untuk mendapat hasil secepatnya tentang ini,” dia menambahkan.

Putin mengatakan Rusia dan Turki harus berdagang dengan mata uang lokal. (AWN)

 

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here