Turki Resmikan 2 Rumah Sakit Darurat Untuk Perangi Korona.

0
19

Pembangunan dua RS tersebut diselesaikan hanya dalam waktu 45 hari atau tidak sampai 2 bulan sejak pembangunannya.

BERITATURKI.COM, ANKARA (31/05) 

Turki hari ini kembali meresmikan sebuah rumah sakit darurat di kota Istanbul, RS ini dibangun sebagai bagian dari perang berkelanjutan negara itu melawan pandemi Covid-19.

Rumah Sakit Darurat diberi nama R.S. Prof. Dr. Murat Dilmener Yesilkoy, yaitu seorang dokter yang berjuang menyelamatkan banyak orang semasa pandemi dan meninggal pada 3 Mei lalu karena Covid-19.

Hadir dalam upacara pembukaan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Wakil Presiden Fuat Oktay, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca, dan pejabat tinggi lainnya.

Berbicara di pembukaan, Erdogan menekankan pentingnya rumah sakit darurat.

“Alhamdulillah, kami telah mencegah penyebaran pandemi bahkan tanpa perlu kapasitas tambahan yang kami buat di sini [di rumah sakit darurat],” katanya.

Rumah sakit darurat dioperasikan di negara itu setelah dibangun dari awal dan diselesaikan hanya dalam tempo dua bulan selama COVID-19, RS ini merupakan “model” bagi RS darurat yang akan kita buat kedepan, ujar Koca.

Berikut beberapa penampakan RS darurat Turki yang diambil dari udara dengan menggunakan pesawat drone.

Turki telah membuat kemajuan “sangat serius” dalam bidang kesehatan, Erdogan menambahkan. Sejauh ini Turki telah menyelesaikan 20 RS Kota, dan 2 RS Darurat, yang hanya diselesaikan dalam waktu 45 hari.

Sebelumnya Pemerintah Turki juga telah membuka RS Darurat pada hari Jumat lalu yang diberi nama RS Dr. Feriza Oz, seorang ahli patologi Turki terkenal di dunia yang juga meninggal karena disebabkan virus berbahaya ini April lalu.

Sejauh ini pemulihan COVID-19 terus meningkat di Turki selama beberapa minggu terakhir, mencapai hampir 127.000 pada hari Sabtu.

Jumlah keseluruhan kasus negara itu mencapai 163.103, termasuk 4.515 kematian.

Pandemi telah merenggut hampir 370.000 nyawa di 188 negara dan wilayah, dengan lebih dari 6 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia, termasuk lebih dari 2,58 juta pemulihan, menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins AS./AA, TRT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here