Turki: Produksi Lampu Gas untuk Penggemar Nostalgia

0
84

BERITATURKI.COM, Turki – Mehmet Küçükçalık, seorang warga yang tinggal di Konya, memutuskan untuk meninggalkan profesinya sebagai dokter hewan 20 tahun yang lalu. Sekarang ia tengah menggeluti prkerjaan barunya yaitu membuat lampu gas di pabrik yang telah ia dirikan.

Mehmet Küçükçalık, warga berusia 57 tahun ini tinggal di kabupaten Selçuklu di provinsi Konya, Turki. Ia juga merupakan pemilik perusahaan kaca yang beroperasi di Zona Industri Terorganisir (OSB). Pabrik yang didirikan seluas 3 ribu meter persegi pada 10 tahun yang lalu dengan 40 orang pekerja, memproduksi sekitar 50 produk kaca berupa lampu gas, botol cologne, lampu mosaik, lentera dan vas. Küçükçalık mengatakan, mereka memproduksi 50 produk kaca tersebut terutama untuk pemesan yang merupakan penggemar nostalgia.

Küçükçalık menjelaskan, sebelum menjual produk kaca, ia memutuskan untuk melakukan manufaktur terlebih dahulu. “Pekerjaan asli saya adalah dokter hewan. Saya memulai pekerjaan ini dengan menjual gelas. Saya mulai dengan menjual cangkir teh dan kendi. Kami memasok botol ke pabrik-pabrik cologne. Kemudian kami memiliki ide untuk memproduksi botol-botol ini. Akhirnya kami mulai memproduksi kaca dan segala jenis produk kaca. Kami tidak melakukannya hanya untuk mendapatkan uang yang sangat. Kami lahir di negara ini, kami menang di negara ini,” terangnya.

Lampu kecil, lampu gas, botol cologne, terarium, lampu mosaik, gelas akuarium, lentera, vas dan botol minyak atsiri diproduksi dalam pabrik milik Kücükçalık. Dia juga menekankan bahwa penggemar nostalgia menunjukkan minat yang besar pada lampu gas. “Lampu gas dan lampu mosaik lebih populer. Jaman dulu, di masa kecil saya tidak ada listrik, saya belajar selalu di bawah lampu gas. Lampu gas menjadi sebuah keharusan. Tapi sekarang lampu gas dicari bukan karena bagian dari sebuah keharusan melainkan untuk uang dan koleksi. Kami mengirimkannya ke seluruh bagian Turki. Tahun lalu, seorang paman berusia 80 tahun dari Balıkesir mencari lampu gas. Dia mencari nafkah dengan menjual lampu gas. Paman tua itu banyak berdoa kepada saya, “Apakah ini masih diproduksi di negara saya?” katanya, menyentuh dan membuat saya tersenyum,” ujar Küçükçalık.

Küçükçalık melakukan pekerjaannya dengan penuh kasih, ia datang di pagi hari dan bersama karyawannya berusaha memenuhi pesanan yang datang. “Paling banyak kami menerima pesanan lampu gas untuk tempat kerja, kafe dan restoran untuk menambah citra otentik tempat tersebut. Biasanya orang kaya yang memesan, bukan orang yang membutuhkan. Meskipun tidak digunakan di rumah, hanya sebagai hiasan nostalgia. Kami juga memproduksinya sesuai permintaan tersebut,” pungkasnya. (Lin)

Sumber: AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here