Turki Peringati Kelompok Etnis Armenia-Utsmaniyah yang Gugur dalam Perang Dunia I

0
104

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki pada hari Rabu, 8 Mei 2019 memperingati kelompok etnis Armenia-Utsmaniyah yang meninggal selama Perang Dunia I.

“Dengan hormat saya memperingati orang-orang Armenia-Ottoman yang meninggal dalam kondisi sulit selama Perang Dunia I,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah surat pada hari Rabu (08/05/201) kepada Uskup Agung Aram Atesyan, vikjen Patriarkat Armenia di Turki.

Erdogan mengatakan bahwa perdamaian, keamanan, dan kebahagiaan kelompok etnis Armenia Turki sangat penting bagi Turki. Menyampaikan belasungkawa kepada keturunan Armenia-Utsmaniyah yang meninggal dalam perang, Erdogan menyatakan bahwa komunitas Armenia telah banyak membangkitkan semangat anak muda yang berharga untuk berkontribusi pada kesejahteraan Turki.

Ia mengatakan bahwa sebagai warga negara yang bebas dan sederajat di Turki, orang-orang Armenia memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, politik, dan bisnis. Erdogan menambahkan bahwa Turki memiliki tujuan untuk mempererat hubungan antara etnis Turki dan Armenia yang telah berbagi suka duka bersama dalam sejarah.

Ia menyatakan bahwa Turki akan terus mendukung Armenia untuk meringankan duka masa lalu dan menyelesaikan masalah mereka.

“Saya percaya cara membangun masa depan bersama hanya bisa dilakukan dengan berdiri bersatu dan bersama,” kata Erdogan.

Erdogan memperingatkan orang-orang Armenia akan kemungkinan hadirnya lingkaran yang ingin meracuni masa lalu serta menebarkan kebencian dan permusuhan.

Gugurnya orang-orang Armenia di Anatolia timur terjadi ketika beberapa kelompok berpihak pada invasi Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman dalam peristiwa tahun 1915. Selanjutnya, upaya pemindahan warga Armenia berikutnya menghasilkan banyak korban.

Turki menolak perspektif insiden ini sebagai “genosida” dan cenderung menggambarkan mereka sebagai tragedi di mana timbul korban pada kedua belah pihak. Ankara dalam mengatasi hal ini telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi gabungan para sejarawan dari Turki dan Armenia serta para pakar internasional.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here