Turki Penyeimbang Rusia, China di Asia Tengah kata Pengamat Keamanan Internasional

0
68

Akademisi Kazakhstan mengatakan Turki harus memperluas hubungan militer, ilmiah, budaya dengan negara-negara Turki.

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki adalah penyeimbang kehadiran Rusia dan China yang tumbuh di Asia Tengah, kata seorang akademisi Kazakh.

Berbicara kepada Anadolu Agency di sela-sela konferensi dua hari di Istanbul pada hari Kamis (18/02/2021), Meruert Makhmutova, direktur Pusat Penelitian Kebijakan Publik yang berbasis di Almaty, mengatakan Rusia memiliki “ambisi imperial” di Asia Tengah “tetapi dunia sedang berubah dan yang pertama negara-neagara bekas wilayah Republik Soviet ingin memiliki pilihan selain Beijing dan Moskow juga.”

Ekonom tersebut menghadiri acara tersebut yang bertema “Turki, Pakistan dan Asia Tengah : Kemitraan untuk Perdamaian”, diselenggarakan bersama oleh Pusat Urusan Diplomatik dan Kajian Politik Turki dalam kemitraan dengan Pusat Penelitian Perdamaian Lahore Pakistan.

Negara-negara Turki Kazakhstan, Kyrgyzstan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan membentuk Asia Tengah. Azerbaijan bukan bagian dari wilayah tengah tetapi secara etnis Turki dan menikmati hubungan yang kuat dengan Turki.

“Negara persaudaraan ini lebih tertarik untuk mengembangkan dan memperkuat kerjasama dengan Turki berdasarkan kesamaan bahasa, budaya dan warisan,” ujarnya. “Turki adalah penyeimbang China dan Rusia dan memiliki peluang bagus untuk menjadi pemimpin negara Turki.”

Makhmutova mengatakan dukungan Turki dalam membebaskan Nagorno-Karabakh “sangat penting”, merujuk pada perang Azerbaijan baru-baru ini dengan Armenia, yang telah menduduki wilayah terkurung daratan di Kaukasus Selatan selama hampir tiga dekade.

Ankara mendukung Baku selama bentrokan selama 44 hari, yang berakhir setelah gencatan senjata yang ditengahi Moskow pada 10 November 2020.

Dan sejak itu, pembukaan koridor transit yang menghubungkan Azerbaijan dengan kantong Nakhchivannya memberikan peluang baru bagi wilayah tersebut dan memberi Turki akses langsung ke Laut Kaspia.

Dia mengatakan bahwa sementara China dan Rusia mencoba untuk “hanya mengembangkan hubungan bilateral, secara independen dengan setiap negara Asia Tengah,” Turki harus menyusun kebijakan kolektif terhadap negara-negara Turkic di Asia Tengah.

Tiga bidang prioritas kerja sama Turki dengan Asia Tengah adalah seharusnya militer, sains dan teknologi, dan budaya, tambahnya.

Mengenai kerja sama multilateral di kawasan yang mungkin mencakup Pakistan juga, dia berkata, “Setiap negara harus fokus pada penguatan ekonomi mereka untuk mengembangkan kerja sama multilateral.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here