Turki Menyampaikan Misi Baru Oruç Reis Kepada Duta Besar Yunani

0
39

BERITATURKI.COM, Ankara – Informasi tentang wilayah penelitian baru Oruç Reis telah disampaikan kepada Duta Besar Yunani di Ankara, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy mengatakan pada Minggu (25/10/2020), menekankan bahwa wilayah tersebut terletak seluruhnya di dalam landas kontinen Turki.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Aksoy ingat bahwa Kementerian Luar Negeri Yunani telah menerbitkan pernyataan “tidak berdasar”, yang mengklaim bahwa kegiatan survei seismik Turki di dalam landas kontinennya di Mediterania timur dilakukan di dalam landas kontinen Yunani, dan menyebut kegiatan ini sebagai “ilegal”.

Daerah di mana Oruç Reis telah melakukan kegiatan survei seismik, terletak seluruhnya di dalam landas kontinen Turki, yang telah ditetapkan berdasarkan hukum internasional dan karenanya telah diberitahukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata juru bicara tersebut.

“Masalah yang dihadapi juga secara eksplisit disampaikan kepada Duta Besar Yunani di Ankara, sekali lagi pada 23 Oktober,” kata pejabat itu.

Area operasi saat ini, tempat Oruç Reis akan melakukan penelitian seismik antara 25 Oktober dan 4 November, terletak 440 kilometer dari daratan Yunani dan hanya 130 kilometer dari Turki, katanya.

“Turki, seperti biasanya, siap untuk dialog dan kerja sama menuju solusi yang didasarkan pada kesetaraan, di mana hak-hak sah Turki dan Siprus Turki di Mediterania timur dijamin,” kata Aksoy.

“Kami juga mengharapkan Yunani untuk berhenti memikirkan alasan palsu dan memperluas prasyarat untuk menghindari terlibat dalam dialog dengan Turki,” tambahnya.

Turki telah mengeluarkan teleks navigasi atau Navtex lain pada 24 Oktober untuk kegiatan penelitian seismik kapal Oruç Reis di selatan Pulau Rhodes di Mediterania Timur. Menurut pemberitahuan maritim angkatan laut, misi kapal penelitian seismik Oruç Reis akan berlanjut selama 10 hari, mulai dari 25 Oktober dan seterusnya.

Pada bulan Agustus, Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania timur setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan pembatasan maritim yang kontroversial. Menyatakan kesepakatan Yunani-Mesir “batal demi hukum”, Turki mengizinkan Oruç Reis untuk melanjutkan aktivitasnya di suatu area di dalam landas kontinen Turki.

Sumber : Hurriyet Daily

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here