Turki Menurunkan Pajak Bahan Makanan Pokok Menjadi 1 Persen

BERITATURKI.COM, Istanbul – Pada hari sabtu (12/2) Presiden Recep Tayyip Erdoğan menghadiri sebuah pertemuan yang bertema “Model Ekonomi Turki, Langkah Baru dan Tindakan Inflasi” yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Turki di Pusat Kongres Istanbul melalui sambungan video conference langsung dari Vahdettin Mansion.

Presiden Erdogan mengawali pidatonya dengan mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang mendoakan kesembuhan untuknya dan istrinya. Pada pidatonya itu Presiden Erdogan mengatakan bahwa keputusan untuk mengubah aturan tentang penetapan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang akan diterapkan pada barang dan jasa diputuskan sesuai dengan Undang-Undang Pasal 28 tetang Pajak Pertambahan Nilai No. 3065.

Presiden Erdogan menekankan bahwa ia juga telah menandatangani keputusan ini dan berkata, “Beginilah cara kami menerapkannya, semoga berhasil.”

Kepada perwakilan dunia bisnis, Erdogan mengatakan:

“Saya berharap pertemuan ini akan menjadi titik balik penting dalam perjuangan Turki melawan inflasi dan akan membawa keberuntungan. Kami bergerak tegas untuk memperluas ekonomi negara kami dengan investasi, lapangan kerja, produksi, ekspor, dan surplus neraca berjalan. Kita pernah mengalami rasa sakit dari ketidakseimbangan di pasar keuangan dan inflasi yang tinggi. Tentu saja, fluktuasi ini juga mempengaruhi negara kita. Untuk ini, kita perlu menambahkan efek ekstra pada ekonomi Turki, yang sebagian besar bersumber dari luar negeri, mulai dari Peristiwa Gezi hingga 15 Juli dan serangan nilai tukar pada tahun 2018. Kita telah berjuang dengan segala cara yang kita miliki untuk melawan serangan sembrono yang mengancam dan menghancurkan ekonomi kita.”

Erdogan mencatat bahwa setiap orang yang miliki pikiran dan hati nurani akan setuju bahwa kepanikan yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar pada bulan-bulan terakhir tahun lalu tidak ada hubungannya dengan realitas ekonomi negara.

Sambil menyatakan bahwa mereka mencegah fluktuasi ini dan menstabilkan nilai tukar dengan tindakan yang mereka umumkan, Erdogan mengatakan:

“Kami bertujuan untuk menghilangkan efek inflasi tinggi yang muncul dalam proses ini secara luas dalam tahun 2022. Memerangi inflasi membutuhkan tekad, keyakinan dan pengorbanan total. Sebagai pemerintah, kami mengambil langkah-langkah yang kami janjikan untuk diambil dalam hal ini, satu per satu. Ini adalah salah satu langkahnya. Kami bersama-sama berbago kabar gembira kepada Anda dan bangsa kita. Dalam lingkup Program Penyederhanaan Sistem PPN kami, kami menurunkan Pajak Penambahan Nilai produk sembako dari 8 persen menjadi 1 persen. Seperti yang diketahui, kami sudah menerapkan PPN 1 persen untuk tepung dan roti. Dengan peraturan baru, kami membagikan kabar gembira kepada Anda. Kami membuat diskon 7 persen untuk produk negara. Apalagi produk dengan PPN dikurangi menjadi 1 persen memiliki bobot yang serius dalam keranjang inflasi. Ini termasuk nasi, pasta, daging, ikan, teh, kopi, air, susu dan produk susu, keju. seperti telur, minyak nabati, gula dan produk manis, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dll adalah makanan yang sering kita konsumsi dalam kehidupan. Pengurangan pajak atas semua produk ini juga berarti keuntungan penting dalam memerangi inflasi.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here