Turki Menjawab “kritikan” Yunani Terhadap Peringatan 567 Tahun Penaklukan Konstantinopel.

0
67

BERITATURKI.COM, Istanbul (01/05)

Pasca peringatan penaklukan konstantinopel yang ke 567 tahun pada 29 mei lalu, Jubir Pemerintah Yunani Stelios Petsas yang disiarkan Kantor Berita Yunani SKAI memprotes peringatan tersebut karena terkesan menghina situs budaya Aya Sophia dengan memanfaatkan untuk mempromosikan Islamisme. Hal ini dikarenakan adanya pembacaan Al-Qur’an surat Al-Fath di dalam Aya Sophia pada malam 30 Mei kemarin.

Jubir Pemerintah Yunani Stelios Petsas

Turki kemudian membalas keberatan dari Yunani atas pembacaan ayat suci Al-Quran tersebut.

Turki menuduh Athena membuat “pernyataan yang sia-sia dan tidak efektif” pada acara tersebut, yang menandai peringatan 567 tahun penaklukan Ottoman atas bekas ibukota Bizantium tersebut. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy secara telak menjawab ketidaksenangan Yunani tersebut yang digambarkan sebagai “psikologi intoleran.”

Juru Bicara Kemenlu Republik Turki, Hami Aksoy doc. Haberso.com.tr.

Aksoy melanjutkan merupakan “Fakta bahwa Yunani, satu-satunya negara Eropa yang tersisa tanpa masjid di ibukotanya, terganggu oleh pembacaan Al-Quran di Hagia Sophia adalah contoh yang menggambarkan psikologi intoleransi negara ini, terutama pada saat ketika panggilan untuk doa dapat didengar dari menara di Eropa dan pentingnya prinsip saling menghormati semakin dihargai,” kata Aksoy melalui pernyataan online tertulis.

Pernyataan Aksoy lahir setelah pernyataan yang viral di Turki sebelumnya dari Kementerian Luar Negeri Yunani yang mengatakan langkah itu tidak sesuai dengan Konvensi UNESCO Mengenai Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia.

“Turki tidak bertindak melawan status monumental Hagia Sophia, maupun Konvensi UNESCO tahun 1972 Tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia. Sebaliknya, berkat kepedulian dan perhatian Turki terhadap Situs-situs Sejarah Istanbul, situs-situs ini telah bertahan untuk generasi sekarang sebagai warisan budaya,”Aksoy menggarisbawahi.

Dia juga mengkritik “upaya terbaru dari kalangan tertentu di Yunani” untuk menggunakan pandemi Covid-19 sebagai alasan untuk membungkam upaya Muslim untuk beribadah dan azan di Trakya Barat “yang telah dibacakan selama berabad-abad.”

Aksoy juga menekankan bahwa Hagia Sophia akan tetap menjadi “harta berharga Turki dan kemanusiaan,” dan akan terus dilindungi. hurriyetturk.tr.en/BT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here