Turki Mengenang 29 Tahun Tragedi Pembantaian Khojaly

0
52

613 orang tewas dalam pembantaian tahun 1992 oleh militer Armenia di Khojaly, Nagorno-Karabakh.

BERITATURKI.COM, Ankara – Pada hari Jumat (26/02/2021) Turki memperingati pembantaian Khojaly yang menyaksikan pembunuhan ratusan warga Azerbaijan di tangan pasukan Armenia 29 tahun lalu.

Sebanyak 613 warga Azerbaijan yang tidak bersalah, termasuk 106 wanita, 63 anak-anak, dan 70 orang lanjut usia, tewas tanpa pandang bulu, dengan ratusan lainnya terluka oleh pasukan Armenia dalam serangan mereka di kota Khojaly di wilayah Karabakh Atas Azerbaijan pada 26 Februari 1992.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Twitter mengenang warga Azerbaijan “yang dibunuh secara brutal di Khojaly 29 tahun lalu.”

Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Azerbaijan dan berkata, “Kami adalah satu bangsa, dua negara. Sebagai bangsa Turki, kami akan terus mendukung tujuan yang benar dari Azerbaijan.”

Juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin juga mengingat pembantaian “brutal” tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Azerbaijan. Kalin juga bersumpah untuk “tidak pernah melupakan dan tidak membiarkannya dilupakan.”

Infografik Tragedi Pembantaian Khojaly oleh Anadolu Agency

Pernyataan Kementerian Luar Negeri sebelumnya mengatakan, “Kami tahu bahwa luka-luka dari Pembantaian Khojaly, yang terjadi sebelum seluruh dunia masih segar, kami merasakan dan berbagi rasa sakit Azerbaijan di bagian terdalam hati kami.”

Pernyataan kementerian mengatakan lebih dari seribu orang ditahan dalam serangan-serangan ini dan akibat dari kerugian masih belum diketahui.

“Kami berharap belas kasihan Tuhan atas mereka yang kehilangan nyawa dalam pembantaian ini dan sekali lagi menyampaikan belasungkawa yang paling tulus kepada semua orang Azerbaijan,” tambah pernyataan itu.

Turki juga memperingati “para martir yang kehilangan nyawa mereka dalam Pertempuran Tanah Air, ketika Azerbaijan membebaskan wilayah pendudukannya dan membuka jalan pulang bagi sekitar 1 juta orang Azerbaijan yang mengungsi.”

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu di Twitter juga memperingati orang-orang Azerbaijan “yang dibunuh secara brutal di Khojaly 29 tahun lalu.”

“Kami tidak melupakan dan tidak akan melupakan kejahatan terhadap kemanusiaan ini,” kata Cavusoglu.

Nagorno-Karabakh

Pada 26 Februari 1992, ketika Uni Soviet baru saja dibubarkan, pasukan Armenia mengambil alih kota Khojaly di Karabakh yang saat itu diduduki setelah menghantamnya menggunakan artileri berat dan tank, dibantu oleh infanteri.

Pembantaian tersebut dipandang sebagai salah satu kekejaman paling berdarah oleh pasukan Armenia terhadap warga sipil Azerbaijan di wilayah Karabakh Atas, yang dibebaskan oleh pasukan Azerbaijan musim gugur lalu setelah beberapa dekade pendudukan.

Sekitar 150 dari 1.275 orang Azerbaijan yang ditangkap orang Armenia selama pembantaian itu masih hilang. Dalam pembantaian tersebut, delapan keluarga musnah seluruhnya, sementara 130 anak kehilangan satu orang tua dan 25 anak kehilangan kedua orang tua.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here