Turki Mengecam Keputusan Israel yang Membangun Pemukiman Ilegal di Yerusalem Timur

0
6

Ankara mendesak anggota komunitas global yang mendukung visi solusi 2 negara untuk menentang tindakan agresif Israel

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki mengecam Israel pada hari Minggu (15/11/2020) atas keputusannya untuk melanjutkan pembangunan ratusan rumah di permukiman Yerusalem timur dan meminta komunitas internasional untuk menentang tindakan agresif Tel Aviv.

“Israel, yang baru-baru ini menyetujui pembangunan 108 permukiman ilegal tambahan di Quds Timur, kali ini dengan keputusan untuk membangun permukiman ilegal baru sebanyak 1.257 unit di dekat Quds Timur, sekali lagi menunjukkan bahwa mereka terus melanggar hukum internasional dan merampas hak-hak masyarakat. rakyat Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Jelas bahwa Israel telah berusaha untuk mencegah pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan integritas geografis dengan membangun permukiman ilegal tambahan antara Yerusalem timur dan Tepi Barat, tambahnya.

Mengingatkan peringatan 32 tahun pengumuman kemerdekaan Negara Palestina, kementerian menegaskan bahwa tanah Palestina adalah milik rakyat Palestina.

“Kami mengundang semua anggota komunitas internasional yang mendukung visi solusi dua negara untuk menentang tindakan agresif Israel,” tambahnya.

Pada hari Kamis, otoritas Israel menyetujui pembangunan 108 unit rumah di pemukiman Ramat Shlomo di Yerusalem Timur.

Menurut surat kabar Haaretz, pemerintah Israel berencana untuk menyetujui ribuan unit permukiman di Yerusalem Timur sebagai langkah pencegahan sebelum pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden pada 20 Januari 2021.

Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris menyatakan dalam kampanye elektoral mereka bahwa mereka akan mematuhi solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel, solusi yang bertentangan dengan aktivitas pemukiman Israel dan rencana Israel untuk mencaplok bagian Tepi Barat yang diduduki.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dianggap sebagai “wilayah pendudukan” di bawah hukum internasional, membuat semua permukiman Yahudi di sana ilegal.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here