Turki Menemukan Sistem Pengendali Listrik Jarak Jauh, Mengantisipasi Bencana Alam dan Serangan Teror

0
36

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki sekarang akan dapat mengontrol jaringan listriknya dari jarak jauh jika terjadi bencana besar, termasuk serangan teror dan gempa bumi, dengan Sistem Pengawasan Kontrol dan Akuisisi Data (SCADA) seluler baru yang dikembangkan oleh perusahaan energi Turki Enerjisa.

Murat Pinar, manajer senior Enerjisa Energy, mengatakan kepada Anadolu Agency pada Kamis (03/12/2020) bahwa sistem tersebut bertujuan untuk menghilangkan kebutaan teknologi pada saat bencana.

“Kami telah melihat sekali lagi betapa pentingnya pasokan energi yang berkelanjutan untuk sistem infrastruktur kritis seperti kesehatan, telekomunikasi, transportasi dan keamanan selama periode bencana,” katanya.

Perangkat lunak otomasi Mobile SCADA Emergency Command and Control Center akan segera dijalankan dan menggantikan pusat-pusat SCADA built-in, untuk menyediakan layanan lebih baik kepada 21 juta pelanggan Enerjisa dengan listrik tanpa gangguan.

Sistem baru yang dirancang oleh Perusahaan Distribusi Enerjisa dikembangkan untuk mencegah pemadaman listrik selama bencana alam seperti gempa bumi, banjir, badai, dan bencana seperti epidemi, kimia, nuklir, atau serangan teroris, di mana akses ke sistem SCADA bawaan dapat diblokir.

Sistem ini memberikan contoh bagi penyedia layanan infrastruktur strategis lainnya, karena sistem yang tergabung dalam bus dapat mengakses dan mengontrol satu atau semua jaringan listrik distributor listrik Turki termasuk Enerjisa, Baskent EDAS, AYEDAS dan Toroslar EDAS.

Bus memiliki ruang kontrol dan operator yang dilengkapi dengan panel kontrol sentuh, kamera keamanan, serta panel energi surya dan generator untuk menghasilkan daya yang dibutuhkan oleh sistem.

Sistem ini juga memiliki AC yang mendinginkan perangkat terintegrasi dan memberikan ventilasi yang aman di samping toilet, tempat istirahat dan dapur untuk masa tinggal jangka panjang.

Keamanan Infrastruktur Kritis dan Energi Tak Terputus

Pinar mengatakan bahwa kemampuan untuk memerintahkan dan mengontrol distribusi listrik dari jarak jauh, terlepas dari lokasinya “adalah revolusioner untuk sistem infrastruktur dan merupakan bukti dari studi R&D intensif yang dilakukan untuk memastikan keamanan infrastruktur kritis.”

Menekankan perkembangan dan diversifikasi risiko untuk keamanan energi, Pinar mengatakan sulit untuk memprediksi bencana tetapi menegaskan bahwa “kita harus tahu apa yang harus dilakukan ketika hal itu datang.”

Enerjisa mendistribusikan listrik di tiga wilayah berbeda di Turki, termasuk Istanbul bagian Asia, Ankara, Bartin, Cankiri, Karabuk, Kastamonu, Kirikkale, Zonguldak, Adana, Osmaniye, Gaziantep, Mersin, Kilis dan Hatay.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here