Turki Masuk 100 Jajaran Teratas dalam Industri Senjata Global

0
92
Helikopter tempur serang T-129 di bawah pengembangan Angkatan Darat Turki.

Dua perusahaan Turki, ASELSAN dan Turkish Aerospace Industries, terdaftar dalam kategori 100 perusahaan dan produsen layanan militer teratas di tahun 2017, menurut SIPRI. Lembaga Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) merilis daftar 100 produsen senjata dan perusahaan layanan militer teratas di tahun 2017 pada hari Senin, 10 Desember 2018.

Menurut data yang diterbitkan oleh SIPRI, penjualan oleh cabang perusahaan Turki telah meningkat sebesar 24 % pada tahun 2017. Pieter Wezeman, Peneliti Senior dengan Program Pengeluaran Senjata dan Militer SIPRI, mengatakan bahwa peningkatan signifikan tersebut mencerminkan ambisi Turki untuk mengembangkan industri persenjataannya untuk memenuhi permintaan senjata yang terus meningkat dan menjadikan Turki tidak lagi bergantung pada pemasok asing.

Turki telah mengembangkan teknologi dan kapasitas militernya di bawah skema pembangunan nasional yang dikenal dengan Visi 2023 yang dinamai setelah peringatan ke-100 pendirian republik Turki modern. Dalam beberapa tahun terakhir, Turki telah memproduksi tank domestik, jet tempur, sistem pertahanan dan kendaraan udara tak berawak. Industri pertahanan Turki yang berkembang terus memenuhi kebutuhan militer negara dan hal tersebut menjadi daya tarik bagi negara lain.

Turki secara substansial meningkatkan ekspor persenjataannya sebesar 145 % antara tahun 2013-2017, peningkatan persentase tersebut termasuk kedalam persentase tertinggi di dunia menurut SIPRI. Laporan itu mengatakan bahwa Turki telah meningkatkan ekspor senjata, dalam hal unit, dari 72 unit padatahun  2010 menjadi 244 unit pada tahun 2017.

Perusahaan AS mendominasi sektor militer

Perusahaan-perusahaan AS terus mendominasi pasar penjualan senjata dengan 42 perusahaan yang ditampilkan dalam daftar SIPRI. Total penjualan senjata oleh perusahaan AS telah meningkat sebesar 2 %, mencapai $ 226,6 miliar, yang setara dengan 57 % dari total perdagangan senjata dunia. Perusahaan produsen senjata terkemuka Amerika Lockheed Martin tetap menjadi penjual senjata terbesar, $ 44,9 miliar pada tahun 2017.

Rusia merebut peringkat kedua

Rusia, dengan 10 perusahaan dalam daftar SIPRI, menggeser Inggris untuk pertama kalinya sejak tahun 2002 dari tempat kedua. Perusahaan-perusahaan Rusia meningkatkan penjualan dari cabang perusaah militer mereka sebesar 8,5 % pada tahun 2017, mencapai $ 37,7 miliar.

“Ini sejalan dengan pembelanjaan yang meningkat di Rusia pada pengadaan senjata untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya,” ungkap Siemon Wezeman, Peneliti Senior dari SIPRI’s Arms and Military Expenditure Programme.

Almaz-Antey, yang merupakan cabang perusahaan produsen militer terbesar Rusia, telah muncul untuk pertama kalinya dalam daftar 10 teratas SIPRI pada tahun 2017. Almaz-Antey telah meningkatkan penjualannya sebesar 17 % dari tahun 2016 hingga 2017, total penjualannya mencapai hingga $ 8,6 miliar pada tahun lalu. Almaz-Antey hanyalah satu perusahaan dari negara anggota non-NATO yang ada dalam daftar 10 teratas.

Inggris tetap terbesar di Eropa Barat

Inggris kembali menduduki peringkat sebagai negara penjual senjata terbesar di Eropa Barat, dengan tujuh perusahaan di daftar 100 teratas dan total penjualan senjata sebesar $ 35,7 miliar. Penjualan senjata gabungan dari 24 perusahaan Eropa Barat senilai $ 94,9 miliar, terhitung 23,8 % dari penjualan daftar 100 teratas. Sistem BAE Inggris adalah produsen cabang terbesar keempat di dunia pada tahun 2017, dengan penjualan $ 22,9 miliar.(Yn)

Sumber: TRT World

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here