Turki Mampu Bernegosiasi Untuk Menyelesaikan Konflik di Afghanistan

0
36

BERITATURKI.COM, Istanbul – Pada hari jum’at (20/8) Presiden Recep Tayyip Erdoğan menjawab pertanyaan wartawan tentang situasi terkini terutama masalah konflik Afghanistan ketika Erdogan keluar dari pintu gerbang Masjid Kerem Aydınlar yang berada di Distrik Üsküdar, di mana tempat ia melakukan salat Jumat. Pada kesempatan ini Presiden Erdogan memberikan pernyataan sebagai berikut;

“Masalah Afghanistan merupakan masalah yang berusia lebih dari 20 tahun. Selama proses ini, seluruh dunia, terutama dunia Barat dan serta dunia Islam tidak pernah benar-benar memperhatikan masalah ini. Apakah itu intervensi Rusia maupun intervensi AS, tidak satupun benar-benar berhasil menyelesaikan masalah.”

“Kami telah melakukan yang terbaik dalam hal pembangunan berbagai infrastruktur dengan segala cara kami di Afghanistan, kami masih terus melanjutkan pekerjaan kami di sana. Tetapi negara-negara yang baru saja saya sebutkan tadi telah datang ke negara ini hanya dengan militer, senjata dan hal-hal semacam itu. Triliunan uang telah mereka habiskan disini. Hal yang sangat penting bukanlah berapa banyak uang yang dihabiskan, tetapi hal yang sangat penting adalah untuk hal apa uang tersebut digunakan, apakah untuk militer atau untuk pembangunan infrastruktur?. Untuk saat ini Afghanistan benar-benar ditinggalkan sendiri.”

“Meskipun sikap Taliban di sini jelas, ada juga berbagai pembicaraan dengan Taliban sejak awal dan hasil dari pembicaraan ini juga jelas. Namun sekarang mereka malah mengatakan. ‘Kami memiliki semua senjata, peralatan, perlengkapan, amunisi ini, belum jelas di mana kami meninggalkannya.’ Di satu sisi, Amerika telah mengadakan beberapa pertemuan dengan kami. Kami juga telah mengadakan pertemuan dengan Taliban dari waktu ke waktu. Kami juga mengatakan bahwa kami dapat mengadakan pembicaraan seperti itu untuk proses selanjutnya. Menurut pendapat saya, pencapaian paling penting di Afghanistan adalah mencegah terjadinya berbagai hal yang merenggut banyak nyawa.”

“Mengenai masalah imigran saya ingin mengatakan bahwa partai oposisi selalu menuding bahwa ada 1,5 juta migrasi ilegal dari Afghanistan telah masuk ke Turki. Sayangnya, angka yang dikatakan oleh oposisi semuanya bohong. Tidak pernah ada migrasi seperti itu ke Turki dari Afghanistan. Hal ini juga pernah saya katakan kemarin juga. Di Turki, saat ini ada 300.000 imigran Afghanistan yang tercatat di kantor polisi baik yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar. Semua tembok pencegahan yang kami bangun ini adalah untuk mencegah migrasi tidak teratur seperti itu ke Turki.”

“Saat ini kami sedang mengikuti perkembangan mengenai penyelesaian konflik di Afganistan. Sambil mengikuti perkembangan itu, kami juga sedang bernegosiasi dengan negara-negara yang kebijakan Afghanistannya kami kenal dekat. Pertama-tama, Kementerian Luar Negeri kami mengadakan pertemuan dengan negara-negara ini, misalnya NATO mengadakan pertemuan seperti itu besok. Kementerian Luar Negeri kami akan mengadakan pertemuan di sana. Sekali lagi, ketika saya ditanya tentang masalah ini pada titik negosiasi dengan Taliban, saya mengatakannya. Kami dapat bernegosiasi dengan Taliban jika perlu, kami tidak tertutup untuk ini. Ada kasus, ada kebenaran. Ketika pintu diketuk, kami membuka pintu kami dan membuat negosiasi kami. Orang-orang Afghanistan adalah saudara Muslim kami dan kami tidak akan menutup pintu kami untuk mereka.”

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here