Turki Luncurkan Proyek Nol Limbah

0
111
Foto Anews

Di bawah naungan Presiden Erdogan, Turki gelar proyek ‘nol limbah’. Kampanye ini telah memobilisasi masyarakat untuk membatasi penggunaan plastik dan mengurangi limbah. Kampanye yang ini diluncurkan oleh ibu negara Emine Erdoğan di bawah naungan Kepresidenan Turki ini telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam waktu kurang dari setahun. Kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas daur ulang, membantu Turki melepaskan citra sebelumnya, yaitu negara yang tidak peduli terhadap masalah polusi.

Kampanye ini telah menerima dukungan nasional karena upayanya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemilahan limbah yang tepat dan pemanfaatan limbah sebagai kompos untuk pertanian. Dipuji oleh Emine Erdoğan, proyek ini menerima banyak penghargaan. Ibu negara saat ini berupaya membawa proyek nol limbah Turki ke luar negeri untuk mempromosikan praktik nol limbah.

Penggerak daur ulang Turki berhasil menyelamatkan lebih dari 30 juta pohon diantara tahun2017 dan 2018. Lebih dari 1,7 juta ton limbah kertas dan karton didaur ulang tahun lalu dan menurut tanggal terakhir yaitu dalam tiga bulan pertama pada tahun 2018.

Turki, yang dapat dikatakan terlambat mengikuti tren daur ulang dan pengelolaan limbah secara efisien, berupaya untuk mengakhiri tempat pembuangan akhir yang jumlahnya jauh berkurang dalam beberapa tahun terakhir.

Kampanye nol limbah ini pertama kali dimulai di Kompleks Presiden Beştepe di ibu kota Ankara dan langsung menyebar ke lembaga-lembaga publik lainnya, termasuk kementerian serta perusahaan swasta. Dalam beberapa tahun terakhir, Turki telah mulai memprioritaskan pengelolaan limbah, karena kekhawatiran akan meningkatnya kerusakan lingkungan, dengan pihak pemerintah kota yang bertanggung jawab atas pengumpulan sampah yang meningkatkan sistem pengelolaan limbah mereka. Turki juga berhasil mendaur ulang lebih dari setengah botol plastik di pasar pada tahun 2017.

Menurut data resmi, dari 236.000 ton botol plastik yang dijual pada tahun 2017, sebanyak 140.000 ton botol plastik tersebut didaur ulang. Pada kuartal pertama tahun ini, 17.500 ton botol plastik didaur ulang untuk digunakan kembali. Di bawah rancangan undang-undang baru, setiap bisnis atau lembaga publik akan diminta untuk menerima sertifikat nol limbah yang akan mengevaluasi bagaimana mereka mematuhi kebijakan baru. RUU ini juga mewajibkan pemerintah kota untuk mengatur fasilitas pengumpulan sampah yang dipisahkan dari sumbernya.

Untuk kota-kota besar, unit pembuangan sampah untuk penyimpanan bahan daur ulang akan ditempatkan di setiap 400 meter dan unit mobil akan ditempatkan di lingkungan untuk mengambil sampah yang dapat didaur ulang. Pemerintah kota juga akan diminta untuk memberi tahu publik tentang cara memisahkan sampah yang dapat didaur ulang dan ke mana membuangnya.

Saat ini, banyak bangunan publik dari mulai sekolah hingga rumah sakit dan lokasi industri memisahkan limbah daur ulang mereka berkat kampanye ini. Turki juga berupaya menyebarkan peralatan pembuatan kompos yang digunakan dalam bisnis untuk mengubah limbah makanan menjadi kompos agar dapat digunakan di rumah.

Baru-baru ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Urbanisasi di Turki mengumumkan peluncuran proyek pendidikan di sekolah-sekolah tanpa limbah dengan bekerja sama dengan organisasi nirlaba yang bergerak dalam sektor lingkungan. Sekitar 50.000 siswa akan diberi tahu tentang cara memilah sampah dengan lebih baik dan cara mendaur ulang pada fase pertama proyek. Kegiatan tersebut akan dimulai di ibu kota Ankara sebelum disosialisasikan secara nasional.

Relawan dari Yayasan TEMA nirlaba dan para guru akan mengajar anak-anak tentang praktik nol limbah termasuk mengonsumsi lebih sedikit produk yang berpotensi menghasilkan limbah, mengonsumsi sesuatu secara bertanggung jawab, mendaur ulang limbah agar dapat digunakan kembali, dan lain-lain.(Yn)

Sumber: Anews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here