Turki, Libya dan Qatar Menandatangani Kesepakatan Militer Bersama

0
222

Saat Menteri Luar Negeri Jerman Maas mengunjungi Tripoli, Menteri Pertahanan Turki Akar juga berada di negara itu untuk “mengamati aktivitas” yang dilakukan sejalan dengan kesepakatan yang dicapai antara Turki dan Libya.

BERITATURKI.COM, Tripoli|

Libya bersama Turki dan Qatar telah menyetujui untuk menandatangani kesepakatan tripartiat untuk kerja sama militer guna meningkatkan kemampuan militer Libya.

Perdana Menteri Libya yang diakui secara internasional Fayez al Sarraj bertemu dengan menteri pertahanan Turki, Hulusi Akar, dan Qatar, Khalid bin Mohammad Al Atiye, di Tripoli, Libya 17 Agustus 2020.
Perdana Menteri Libya yang diakui secara internasional Fayez al Sarraj bertemu dengan menteri pertahanan Turki, Hulusi Akar, dan Qatar, Khalid bin Mohammad Al Atiye, di Tripoli, Libya 17 Agustus 2020. (Reuters)

Kesepakatan itu diumumkan oleh wakil menteri pertahanan Libya Salah Al Namroush pada hari Senin kemarin.

Menurut kantor media Operasi Burkan Al Ghadab (Volcano of Rage) yang dipimpin pemerintah, al Namroush mengatakan Turki dan Qatar akan mendirikan fasilitas pangkalan militer di Libya untuk pelatihan dan konsultasi militer.

Dia juga menambahkan bahwa sebagai bagian dari kesepakatan itu, Turki dan Qatar akan mengirimkan konsultan dan personel militer ke Libya.

Menteri Pertahanan Republik Turki dan Qatar menekankan bahwa mereka mendukung solusi politik dan pemerintah yang sah (GNA, red.), tambahnya.

Sebelumnya pada siang hari, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengadakan pertemuan trilateral dengan timpalannya dari Qatar Khalid bin Mohammad Al Attiyah dan Perdana Menteri Libya Fayez al Sarraj di Ibukota Libya, Tripoli.

Akar, didampingi Kepala Staf Umum Jenderal Yasar Guler, mengunjungi kantor Perdana Menteri Libya untuk pertemuan tersebut.

Dia juga mengunjungi Komando Penasihat Kerja Sama dan Pelatihan Keamanan Pertahanan yang dibentuk sebagai bagian dari nota kesepahaman antara Turki dan Libya.

Menhan Turki juga dalam kesempatan tersebut mengadakan pertemuan trilateral berikutnya dengan mitranya dari Qatar dan Menteri Dalam Negeri Libya Fathi Bashagha.

Kunjungan Menhan Turki, Qatar dan Jerman dalam waktu bersamaan.

Menteri pertahanan Turki dan Qatar serta menteri luar negeri Jerman pada waktu bersamaan mengunjungi ibu kota Libya (Tripoli) di tengah upaya untuk mengamankan gencatan senjata di negara yang sedang berlangsung perang saudara setelah dijatuhkannya Khadafi pada 2011 lalu.

Kedua menteri pertahanan tiba di Libya pada hari Senin, di mana mereka memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas disana.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar bertemu dengan mitranya dari Qatar untuk membahas kerja sama keamanan bilateral serta masalah regional. Dalam pertemuan tersebut, Akar dan Khalid bin Mohammed el Atiye menekankan kemitraan strategis kedua negara. 

“Kami percaya bahwa kami akan mencapai hasil yang diinginkan dengan mendukung saudara-saudara Libya kami dalam upaya mencapai keadilan di negara mereka,” kata Akar selama kunjungannya di ibu kota Tripoli.

Video launching operasi Pemerintah Libya di Sirte yang diperkuat oleh Turki dan Qatar.

‘Ketenangan yang menipu’ 

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas juga tiba di ibu kota Libya pada waktu yang bersamaan.

Maas melakukan kunjungan mendadak ke Tripoli pada hari Senin, mengatakan bahwa dunia tidak boleh tertipu oleh “ketenangan yang ada di Libya hari ini” dan harus menemukan cara untuk mengakhiri konflik berkepanjangan tersebut.

Maas mengatakan dalam sebuah pernyataan setibanya di negara Afrika Utara itu bahwa dia bertemu dengan para pejabat di pemerintahan sah yang diakui PBB di ibu kota untuk “berbicara tentang jalan keluar dari situasi yang sangat berbahaya ini” di mana kedua belah pihak dalam perang saudara yang berdarah sedang dipersenjatai oleh sekutu internasional.

Momentum Untuk Maju

Dalam kunjungan dalam rangka meninjau kestabilan dan kerjasam Militer Turki & Libya, Akar dan Kepala Staf Umum Jendelar Guler disambut dengan sebuah upacara militer setibanya mereka di Bandara Internasional Mitiga ibukota Tripoli.

Kedua pejabat Turki tersebut pergi ke Komando Penasihat Bantuan Pelatihan dan Kerja Sama Keamanan, yang dibuat sebagai bagian dari MoU antara Turki dan Libya.

Persetujuan kerja sama

Pada 27 November 2019, Ankara dan Tripoli menandatangani dua Nota Kesepahaman kritis; yang satu mensyaratkan perjanjian kerja sama militer, dan yang lainnya tentang batas-batas maritim negara-negara di Mediterania timur.

Pakta maritim menegaskan hak Turki di Mediterania timur dalam menghadapi pengeboran sepihak oleh pemerintahan Siprus Yunani, mengklarifikasi bahwa Republik Turki Siprus Utara (TRNC) juga memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut. Pakta tersebut mulai berlaku pada 8 Desember.

Menyusul kesepakatan kerja sama militer, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara dapat mempertimbangkan pengiriman pasukan ke Libya jika pemerintah Tripoli yang diakui secara internasional meminta bantuan Turki.

Perang di Libya

Pemerintah Libya yang diakui PBB, Government of National Agreement (GNA) yang dibentuk pada 2015 setelah penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011, menghadapi sejumlah tantangan, termasuk serangan oleh panglima perang Khalifa Haftar.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah yang didukung PBB telah membalikkan keadaan melawan milisi Haftar.

Turki mendukung pemerintah sah yang didukung PBB yang berbasis di ibu kota Tripoli, dan penyelesaian krisis non-militer. Sementara itu, panglima perang Haftar mendapat dukungan dari Rusia , Mesir, UEA, dan Prancis. TRTWorld

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here