Turki-Libya Akan Bahas Rencana Pengeboran Bersama di Laut Mediterania.

0
45
Gambar satelit meunjukkan peta perbatasan ZEE dan perbatasan laut bersama Turki-Libya di Laut Mediterania

Rencana pengeboran bersama tersebut akan di eksekusi paling lambat akhir tahun ini, sebagaimana kesepakatan yang telah diambil.

BERITATURKI.COM, Ankara (03/06

Pihak berwenang Turki telah membuat paket zona ekonomi di Mediterania timur berdasarkan kesepakatan yang telah disepakati dengan Libya, dan Ankara sedang bersiap-siap untuk kegiatan pengeboran di zona ekonomi eksklusif (EEZ), Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu mengatakan dalam siaran pers tadi pagi.

Posisi Turki di Mediterania timur dan kesepakatan yang dibuat dengan Libya memiliki dua tujuan, sebaimana dijelaskan Menlu Çavuşoğlu dalam sebuah wawancara dengan penyiar swasta TV 24 .

“Pertama, untuk mempertahankan hak-hak Siprus Turki dan kedua untuk melindungi kepentingan kita di landas kontinen kita,” katanya, menekankan tujuan dari perjanjian batas laut dengan Libya ini.

Menlu Turki juga menggarisbawahi bahwa Turki bertujuan untuk membangun kerjasama yang baik dengan negara lain di Mediterania timur. Siprus Turki dan Yunani pertama-tama harus setuju untuk mencapai pemahaman kerja sama ini, ujarnya.

Çavuşoğlu mengingatkan bahwa penetapan tapal batas laut di sisi Turki tunduk pada rencana kegiatan pengeboran saat ini dan koordinat daerah ini menghormati jarak enam mil dari Kepulauan Yunani.

Mernlu Turki, Mevlut Çavuşoğlu/doc.AA

Tentang kapal pengeboran Ankara yang bekerja di Mediterania timur, menteri mengatakan kegiatan Turki di wilayah tersebut sejalan dengan hukum internasional.

Çavuşoğlu juga menekankan bahwa perjanjian apa pun tentang Mediterania timur tanpa partisipasi Turki akan “batal demi hukum” dan Ankara tidak akan mengizinkan fait accompli (sebuah kondisi dimana sesuatu dilakukan atau diputuskan sebelum mereka yang terkena mendengar tentang hal itu, serta meninggalkan mereka tanpa pilihan selain menerima, red.).

“Mereka mencoba mengecualikan kita. Kami mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan dan kerja sama akan valid dan tidak akan membuahkan hasil jika Turki tidak dimasukkan, “katanya.

Turki dapat memulai eksplorasi minyak di Mediterania timur dalam waktu tiga atau empat bulan di bawah kesepakatan yang ditandatangani dengan Libya yang dikutuk oleh negara-negara lain di kawasan itu termasuk Yunani, kata Menteri Energi Fatih Dönmez pada 29 Mei, atau pada peringatan 567 tahun penaklukan konstantinopel beberapa waktu lalu.

Fatih Donmez, Menteri ESDM Turki.

Kapal bor baru kami (Kanuni Ship) siap berangkat ke Laut Mediterania akhir tahun ini, tambahnya.

Menteri ESDM Turki, Fatih Dönmez

Pemerintah dan Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui pemerintah Turki dan Libya menandatangani kesepakatan penentuan batas laut tahun lalu. Turki mengatakan pihaknya menciptakan zona ekonomi eksklusif (ZEE) dari pantai selatan hingga pantai timur laut Libya dan melindungi hak atas sumber daya.

Sementara itu, Çağatay Erciyes, direktur jenderal untuk Urusan Politik Bilateral dan Penerbangan-Perbatasan Kementerian Luar Negeri, berbagi peta di akun Twitter-nya yang menampilkan batas-batas koordinat zona ekonomi eksklusif Turki di Mediterania timur atas kesepakatan dengan Libya yang terdaftar di PBB dan menyatakan bahwa eksplorasi sumber daya hidrokarbon yang akan datang akan berlangsung di wilayah ini.

Batas ZEE Turkish-Libya

“Permintaan Turkish Petroleum baru-baru ini untuk survei lepas pantai dan lisensi eksploitasi mencakup area-area dalam batas-batas ini,” kata Erciyes.

Sementara itu, pernyataan Dewan Keamanan Nasional pada 2 Juni juga menegaskan kembali tekad Turki untuk melindungi kepentingannya di Mediterania timur.

“Pendekatan negatif dari beberapa aktor, yang telah datang bersama-sama di sekitar denominator umum permusuhan terhadap Turki, ke langkah-langkah sah dan legal yang diambil Turki di Mediterania dievaluasi,” kata dewan dalam pernyataan setelah pertemuan.

Hak-hak Turki, hubungan dan kepentingan di darat, di laut dan di udara akan terus dilindungi tanpa konsesi, sebagaimana disampaikan DKN Turki dalam pernyataan itu.

Turki adalah negara penjamin untuk Republik Turki Siprus Utara dan telah secara konsisten menentang pengeboran sepihak pemerintah Siprus Yunani di Mediterania Timur, menegaskan bahwa Siprus Turki juga memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut.

Pada tahun 1974, setelah kudeta yang ditujukan untuk mencaplok Siprus oleh Yunani, Ankara harus melakukan intervensi sebagai kekuatan penjamin. Pada tahun 1983, sejak Siprus Turki didirikan. (HD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here