Turki, Iran dan Rusia Mendesak Kompromi dalam Pembicaraan Suriah

0
22

Negara-negara penjamin format Astana menyambut pertemuan ke-5 Komite Konstitusi Suriah, mendesak kemerdekaan dari ‘campur tangan asing’.

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki, Iran dan Rusia mendesak Komite Konstitusi Suriah pada hari Kamis (28/1/2021) untuk mencari kompromi dan konsensus di antara pihak-pihak yang terlibat dalam perang saudara selama satu dekade.

Setelah berkonsultasi di sela-sela pertemuan kelima Komite Konstitusi di Jenewa, ketiga negara tersebut merilis pernyataan bersama yang menggarisbawahi dukungan mereka untuk Suriah yang berdaulat, merdeka, dan bersatu.

Menyambut pertemuan kelima komite di Jenewa, pernyataan itu menggarisbawahi bahwa badan tersebut telah dibuat oleh negara penjamin Astana untuk mendukung upaya solusi politik dan damai untuk pertempuran tersebut.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa komite harus bekerja secara independen dari “campur tangan asing” dan bertujuan untuk mengembangkan konsensus di antara para anggotanya untuk mengumpulkan dukungan seluas mungkin di antara warga Suriah.

Pertemuan internasional berikutnya tentang Suriah dalam format Astana akan berlangsung di Sochi pada 16-17 Februari 2021, bunyi pernyataan itu menyimpulkan.

Proses perdamaian Astana untuk mengakhiri konflik Suriah diluncurkan pada Januari 2017 oleh Turki, Rusia, dan Iran.

Suriah telah dilanda perang saudara beraneka segi sejak awal 2011, ketika rezim menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi.

Ratusan ribu orang telah tewas dan lebih dari 10 juta orang mengungsi, menurut perkiraan PBB.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here