Turki Gelar Kampanye Nasional Lawan Obesitas

0
31
Sepeda yang dialokasikan untuk dikirim kepada siswa di kota Tokat sebagai bagian dari proyek Kementerian Kesehatan Turki untuk mempromosikan lebih banyak aktivitas fisik dalam rangka memerangi obesitas (Foto Daily Sabah)

Ankara. Gaya hidup kurang aktif dan kebiasaan makan makanan yang tidak sehat telah memicu kegemukan di kalangan penduduk Turki. Negara, di mana 32 % dari populasi warganya mengalami obesitas, berencana untuk meluncurkan apa yang Presiden Recep Tayyip Erdoğan sebut sebagai pusat obesitas untuk membantu warga memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Kampanye tersebut diumumkan pada hari Kamis, 13 Desember 2018, dalam rangka pencapaian 100 hari pemerintahan untuk meningkatkan kinerja dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sektor lain di negara Turki.

Pusat-pusat kesehatan akan dibentuk pada akhir tahun depan. Total, sebanyak 64 pusat akan didirikan pada tahap pertama dari rencana tersebut. Pusat-pusat yang akan menawarkan layanan kesehatan gratis akan dikelola oleh ahli diet, konsultan untuk latihan fisik sehari-hari, serta layanan akupunktur dan terapi psikologis untuk pasien yang datang.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengidentifikasi empat dari 10 orang di Turki mengalami obesitas. WHO mendefinisikan obesitas sebagai indeks massa tubuh (BMI) seseorang yang lebih dari 30. Hal tersebut berarti berat badan penderita obesitas tersebut lebih dari 87 kilogram untuk seseorang dengan tinggin badan  1,7 meter. Menurut data terbaru penderita obesitas dari Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada tahun 2017, Turki termasuk di antara 10 negara dengan penduduk paling gemuk.

Sejak tahun 2013, Turki telah menerapkan kampanye kesehatan seperti “Move for Health” dan “Reducing Portion Sizes” yang turut dimeriahkan dengan latihan dan jalan kaki massal serta penyuluhan untuk mengurangi porsi makanan yang dapat memicu timbulnya obesitas. Kampanye ini melarang makanan ringan yang tidak sehat untuk dijual di sekolah-sekolah. Melengkapi hal tersebut, Turki juga telah meluncurkan “Promosi Proyek Aktivitas Fisik” dengan ribuan sepeda yang siap untuk didistribusikan ke sekolah, universitas, kota-kota dan organisasi non pemerintah yang kemudian bertujuan untuk digunakan oleh anak-anak.

Pusat obesitas baru akan ditempatkan di rumah sakit di seluruh Turki dan akan memiliki pendekatan multidisiplin untuk masalah tersebut, memantau pasien di setiap area, dari psikologi, untuk nutrisi, gaya hidup hingga kehidupan keluarga mereka. Pasien akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan seluruh tubuh dan kemudian akan diwawancarai oleh para ahli yang mengkhususkan diri dalam penyakit internal, kardiologi, bedah umum dan psikiatri. Petugas perawat kesehatan akan memandu pasien selama proses pemeriksaan dan dokter panitia akan menentukan keputusan akhir, apakah pasien tersebut memenuhi syarat untuk diberikan perawatan atau tidak.

Warga yang menderita obesitas akan diterapi dengan tujuan untuk mengubah gaya hidup dan kebiasaan gizi mereka. Otoritas kesehatan akan menjalankan program pelatihan selama 40 jam bagi pasien dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada mereka tentang obesitas dan bagaimana pandangan orang lain ketikan melihat citra tubuh penderita obesitas, makan sehat, dan lain-lain.

Hanya mereka yang menyelesaikan program pendidikan yang akan diterima pada fase berikutnya. Pengobatan yang melibatkan program dua bulan bersama psikiater dan ahli diet bertujuan untuk mengubah kebiasaan yang memicu obesitas. Program ini bertujuan untuk mengurangi tingkat obesitas tanpa perlu diet seumur hidup dan latihan yang diawasi. Pasien di luar batas berat badan mereka sendiri akan dirawat untuk observasi medis. Selanjutnya penderita obesitas akan diterapi dengan akupunktur dan terapi tradisional lainnya untuk kemudian dioperasi. Pasien akan dipantau usai perawatan untuk mencegah mereka kembali kelebihan berat badan.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here