Turki Garap Lebih dari 90 Proyek di Yaman

0
73
Foto Anadolu Agency

Ankara. Agen bantuan pemerintah Turki telah mengerjakan 93 proyek dan kegiatan kemanusiaan selama enam tahun terakhir di Yaman yang dilanda perang. Kantor Kerja Sama dan Koordinasi Turki (TIKA) di ibukota Sana, yang dibuka pada tahun 2012, telah merealisasikan proyek di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian dan infrastruktur.

Lembaga tersebut mendirikan empat pusat dialisis di kota Sanaa, Aden, Taizz dan al-Hudaydah pada tahun 2013. Pusat-pusat kesehatan yang buka setiap hari selama 24 jam menawarkan layanan kepada 80 % warga di kota tersebut. TIKA juga menyediakan obat anti kanker untuk 84 pasien yang sedang dalam perawatan di Taizz. Ia juga mendirikan dua rumah sakit lapangan di Aden dan Taizz.

Badan tersebut melengkapi pembangunan layanan Departemen Perdagangan dan Perindustrian Yaman untuk membuatnya berfungsi. Untuk memperkuat sistem administrasi Yaman, lembaga tersebut memberikan pelatihan kepada pegawai negeri Yaman. Tak hanya itu, TIKA juga merenovasi asrama dengan kapasitas 250 siswa, dan dilengkapi dua asrama lainnya.

TIKA membersihkan limbah di Aden sebagai bagian dari perang melawan penyakit epidemi, dan membuat kota lebih layak huni. Pembersihan lingkungan berlangsung sekitar satu setengah bulan dengan bantuan 80 personel, lima truk, dan dua penggali.

Lembaga ini pun turut menyediakan tas sekolah dan peralatan alat tulis untuk 3000 siswa di Aden, Abyan, Lahij dan Taizz pada tahun 2018. TIKA juga mendukung kursus-kursus kejuruan bagi perempuan dan memberikan pelatihan di bidang komputer, program perlengkapan serta akuntansi. Ada juga kursus memasak, tata rambut dan dekorasi yang segera dibuka.

Bantuan pangan

TIKA menyediakan makan malam untuk 600 orang selama Ramadhan dan juga membagikan makanan kepada keluarga-keluarga ghazi dan keluarga korban yang tewas di malam Laylat al-Qadr, yang menandai turunnya wahyu pertama Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka juga mengirimkan bantuan makanan kepada 3.000 keluarga di Taizz, Lahij, Abyan dan Aden.

Yaman jatuh ke dalam perang saudara pada tahun 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibukota Sanaa, pemerintah Yaman yang didukung Saudi untuk mendirikan ibukota sementara di Aden. Pada 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arabnya meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk mengembalikan keuntungan militer Houthi.

Sementara koalisi pimpinan Saudi telah berhasil merebut beberapa wilayah kembali dari Houthis, kelompok pemberontak yang tetap kuat berlindung di Sanaa dan beberapa bagian lain negara tersebut.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here