Turki dan TRNC Mengutuk Pelecehan Terhadap Mesjid & Provokasi Anti-Muslim di Siprus Selatan.

0
66

Setelah upaya pembakaran masjid di Limassol, Siprus bagian Yunani, kemarin kembali terjadi insiden pemasangan bendera Byzantium di sebuah masjid di Tuzla, Siprus Selatan bagian Yunani.

BERITATURKI.COM, Ankara (08/05)

Republik Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) mengutuk pada Minggu gantung bendera Bizantium di sebuah masjid di kota Larnaca di Siprus Yunani.

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay dalam sebuah tweet di akun Twitter pribadinya mengatakan “Pemerintah Yunani harus berhenti mendorong kegiatan anti-Turki dan Islamophobia yang sedang dikipasi oleh beberapa kekuatan gelap di selatan pulau Siprus dan harus mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri mentalitas yang sakit ini. “

Ömer Çelik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AK Party) juga mengatakan dalam akun Twitter nya: “Kami mengutuk keras pengibaran bendera Bizantium di masjid di desa Tuzla di Siprus Selatan. Pemerintah Yunani harus menghentikan permusuhan terhadap Islam . “

“Mereka yang mempromosikan Islamophobia akan segera menghadapi masalah yang disebabkan oleh fasisme yang mereka lindungi,” tambahnya.

Mengingat upaya pembakaran di sebuah masjid di Siprus Yunani, Presiden TRNC Mustafa Akıncı mendesak pemerintah Siprus Yunani untuk tidak membiarkan tindakan keji ini dibiarkan begitu saja.

“Jelas ada seseorang yang berharap untuk mengandalkan provokasi. Setelah upaya pembakaran masjid di Limassol, tindakan ini tidak boleh diremehkan dan pemerintah Yunani harus mengejar orang-orang yang melakukannya,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun mengatakan di Twitter bahwa serangan itu tidak sesuai dengan kemanusiaan dan hati nurani.

“Menggantung bendera Bizantium di Masjid Tuzla di Larnaca telah memukul kami dengan keras dan semua orang yang membela kebebasan berkeyakinan,” kata Altun, menambahkan Turki menuntut segera mengakhiri serangan terhadap negara itu dan Islam serta hukuman para pelanggar.

Pekan lalu, Masjid Köprülü Hacı Ibrahim Ağa di kota Limassol diserang dengan bom molotov oleh orang tak dikenal.

Perdana Menteri Siprus Turki Ersin Tatar meminta pemerintah Siprus Yunani untuk “membuat kebijakan untuk menghentikan kegiatan anti-Islam.”

Otoritas religius tertinggi TRNC mengatakan sedih dengan berita itu dan meminta respon uskup agung untuk menjelaskan masalah tersebut. DS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here