Turki dan Italia Akan Bekerja Sama di Libya untuk Perdamaian Permanen.

0
65

BERITATURKI.COM, Ankara| Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu dan Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio dalam pertemuan bilateral antara dua Menlu di Ankara tadi pagi menyampaikan kesepakatan dan akan terus bekerja sama untuk perdamaian permanen di Libya, hal ini disampaikan dalam konferensi pers mereka kepada wartawan.

Menlu Turki menyatakan bahwa Turki akan terus bekerja dengan Italia untuk perdamaian permanen dan proses politik yang akan membawa hasil terbaik bagi masyarakat Libya.

“Kami berterima kasih kepada Italia karena tidak berpihak pada putschist Jenderal Khalifa Haftar di Libya, tidak seperti banyak negara lain,” kata Çavuşoğlu.

Disamping itu, Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio juga menggarisbawahi bahwa mereka bertujuan untuk perdamaian berkelanjutan di Libya.

Turki dan Italia, keduanya anggota NATO, adalah dua kekuatan regional yang berbagi kepentingan, sejarah, dan nilai-nilai bersama di wilayah Mediterania.

Ankara dan Roma sama-sama mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB, yang menandatangani dua pakta terpisah dengan Turki pada 27 November (satu memastikan kerja sama militer dan yang lainnya mengenai batas-batas laut negara-negara bersama di Mediterania Timur).

Situasi di Libya telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir karena meningkatnya intrik kekuatan asing di negara itu, meskipun berjanji pada pertemuan puncak perdamaian tingkat tinggi di Berlin awal tahun ini telah bersepakat untuk berhenti memberikan dukungan militer.

Serangan Haftar di ibu kota Tripoli telah sangat mempolarisasi negara yang sudah terpecah, sementara upaya PBB untuk mengadakan konferensi perdamaian lebih dari setahun yang lalu dibatalkan.

Pasukan Haftar yang berkuasa di Timur didukung oleh Mesir, Prancis, Rusia, Yordania, Uni Emirat Arab, dan negara-negara kunci Arab lainnya. Sementara GNA hanya didukung oleh Turki, Qatar dan Italia, di kawasan Tripoli, ibukota Libya.

Mengenai perkembangan di Mediterania Timur, dua menteri luar negeri menyatakan bahwa Italia memiliki sikap konstruktif di Mediterania Timur, dan Turki siap bekerja sama dengan negara tersebut.

“Kami ingin Mediterania Timur menjadi wilayah kerja sama bukan konflik,” tegas Menlu Luigi Di Maio.

Bagi Turki, Kesepakatan maritim yang ditandatangani dengan Libya memberikan Ankara akses ke zona ekonomi di seluruh Mediterania, meskipun ada keberatan dari Yunani, Pemerintah Siprus Yunani dan Mesir.

Sebagai negara penjamin untuk Republik Turki Siprus Utara (TRNC), Turki telah secara konsisten menentang pengeboran unilateral pemerintahan Siprus Yunani di Mediterania Timur, dengan menyatakan bahwa TRNC juga memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut.

Pakta kelautan tersebut menegaskan hak-hak Turki dan mengklarifikasi hak-hak TRNC di Mediterania Timur dalam menghadapi pemboran sepihak oleh pemerintah Siprus Yunani.DS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here