Turki dan Indonesia Tandatangani Kerjasama di Sektor Sosial

0
31
Foto AA

BERITATURKI.COM, Jakarta – Indonesia dan Turki pada hari Senin, 22 Juli 2019 menandatangani nota kesepahaman di Jakarta untuk bekerja sama dalam program rehabilitasi sosial, jaminan sosial, manajemen bencana, dan kesejahteraan.

MoU ditandatangani di hadapan Menteri Keluarga Turki, Buruh dan Layanan Sosial Zehra Zumrut Selcuk dan Menteri Sosial Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita selama kunjungan tiga hari Selcuk ke Indonesia.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Kartasasmita mengatakan bahwa Turki menunjukkan ketertarikannya untuk mempelajari program sosial Indonesia, salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah berhasil mengurangi kemiskinan.

“Kami ingin belajar tentang kisah sukses program PKH. Kami mendengar bahwa Indonesia telah berhasil mengurangi kemiskinan, yang merupakan sesuatu yang sangat kami apresiasi,” tambahnya.

Para menteri juga sepakat untuk mengirim pejabat senior mereka untuk mempelajari program kesejahteraan di kedua negara.

Indonesia dan Turki juga sepakat untuk bekerja sama dalam sistem asuransi kesehatan guna memperkuat mekanisme organisasi sosial domestik.

Kerjasama dalam sistem asuransi kesehatan

Secara terpisah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Indonesia untuk Perawatan Kesehatan (BPJS) dan agen asuransi kesehatan Turki Sosyal Guvenlik Kurumu (SGK) juga menandatangani perjanjian pada hari Senin (22/07/2019) untuk bertukar keahlian dengan tujuan untuk lebih meningkatkan sistem layanan.

Dilansir dari Anadolu Agency, Direktur Utama BPJS Fahmi Idris mengatakan bahwa BPJS telah berkolaborasi dengan berbagai institusi asing untuk bertukar keahlian.

Bayu Wahyudi, direktur badan Kepatuhan Hukum dan Hubungan Antar-Lembaga, mengakui bahwa BPJS tertarik untuk mempelajari sistem layanan asuransi kesehatan SGK.

“Karena, secara budaya, masyarakat Turki dan Indonesia memiliki banyak kesamaan dalam hal asuransi kesehatan,” kata Wahyudi.

Sementara itu, kepala SGK Mehmet Selim Bagli mengatakan bahwa kerjasama ini akan membantu kedua negara mempercepat kerja sama mereka dalam menyediakan layanan asuransi kesehatan kepada rakyat mereka.

Memperkuat kerja sama buruh

Indonesia dan Turki juga sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral dengan memperbarui nota kesepahaman yang berakhir pada tahun 2013.

Menteri Tenaga Kerja Indonesia Hanif Dhakiri mengatakan bahwa langkah itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral Presiden Indonesia Joko Widodo baru-baru ini dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang.

“Tujuan dari panggilan kehormatan ini adalah untuk membahas kerja sama dengan pemerintah Turki, terutama pembahasan kembali MoU yang telah berakhir,” kata Menteri Dhakiri kepada wartawan setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Keluarga, Ketenagakerjaan dan Layanan Sosial Zehra Zumrut Selcuk.

Ia menambahkan bahwa pembaruan MoU itu penting untuk memperluas kerja sama tentang masalah ketenagakerjaan yang belum dimasukkan dalam ruang lingkup kolaborasi dalam MoU sebelumnya.

Hanif menguraikan beberapa bidang kerja sama yang telah dibahas, termasuk yang terkait dengan pelatihan kejuruan, jaminan sosial bagi pekerja migran, penelitian ketenagakerjaan, dan peningkatan upaya untuk mencapai pekerjaan yang layak.

“Dalam pertemuan bilateral baru-baru ini antara Bpk. Erdogan dan Bpk. Widodo, kedua pemimpin menyepakati kerja sama di tingkat teknis yang memungkinkan,” kata Menteri Dhakiri.

Menurut data sektor bisnis dari tahun 2017 hingga Juni 2019, ada 2.473 pekerja migran Indonesia di Turki.

“Pembentukan kerja sama ini merupakan upaya pemerintah Republik Indonesia untuk memperluas penempatan tenaga kerja Indonesia yang terampil di sektor formal sehingga pekerja migran Indonesia dapat memasuki pasar tenaga kerja di wilayah Eropa,” ujar Menteri Dhakiri.

Dhakiri mengatakan bahwa mitra Turki-nya sangat menghargai kinerja pemerintah Indonesia dalam mengurangi pengangguran di Indonesia. Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia juga memfasilitasi ekonomi digital dengan menyediakan fasilitas pajak, perbankan, dan lainnya sehingga e-commerce yang tumbuh begitu pesat dapat menyerap tenaga kerja.

Dhakiri juga meminta Menteri Zehra untuk bersama-sama menyuarakan pentingnya pemberdayaan pemuda yang akan menjadi kelompok besar dalam populasi Indonesia melalui pelatihan kejuruan dan peningkatan peluang untuk memasuki dunia kerja.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here