Turki dan Arab Saudi Sepakati Protokol Haji

0
37

Ankara. Kepala Direktorat Urusan Agama Turki bertemu hari Senin, 10 Desember 2018, dengan menteri Haji dan Umrah Saudi untuk menjalin kesepakatan terkait layanan yang akan diberikan tahun depan bagi para peziarah Turki menuju kota-kota suci Islam. Ali Erbas dan Mohammed Saleh bin Taher Benten membahas masalah dan solusi yang mungkin dilakukan mengenai ziarah ke Mekah dan Madinah dari 80.000 Muslim Turki yang diharapkan. Di akhir pertemuan, mereka menandatangani Protokol Haji untuk menyelesaikan perjanjian.

Ibadah haji tahunan ke Arab Saudi adalah kewajiban agama bagi umat Islam yang harus melakukan perjalanan setidaknya sekali dalam hidup mereka jika mampu secara finansial. Dianggap sebagai “pilar” kelima dalam Islam, haji dimaksudkan untuk menunjukkan solidaritas Muslim dan penyerahan diri mereka kepada Allah. Sementara haji umumnya terkait dengan nabi terakhir Islam, Muhammad, yang hidup di abad ketujuh, Muslim percaya bahwa ziarah ke Mekah sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masa pra-Islam.

Ziarah berlangsung setiap tahun dari hari kedelapan hingga ke 12 dari Dzulhijah, bulan ke-12 dan terakhir dari kalender Islam. Pada lima hari rangkaian ibadah tersebut, para peziarah berkumpul di Mekah, di mana mereka mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, berlari di antara perbukitan Al-Safa dan Al-Marwah, minum air dari sumur suci Zamzam, berjaga di dataran Arafah dan kegiatan lempar jumroh.

Peziarah lalu memotong rambut mereka dan mengorbankan hewan – daging yang secara tradisional dibagikan kepada orang miskin – sebelum merayakan Idul Adha, atau “Festival Pengorbanan”. Karena kalender Islam didasarkan pada siklus bulan, maka jadwal Haji dapat berubah setiap tahunnya, berbeda dengan kalender Barat.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here