Turki Bersiap untuk Uji Coba Vaksin Covid-19 Pertama Kepada Manusia

0
14

Organisasi Kesehatan Dunia WHO memuji Turki sebagai contoh dalam memerangi COVID-19, kata Menteri Kesehatan

BERITATURKI.COM, Adana – Turki akan mendaftarkan uji coba vaksin manusia pertama untuk virus corona baru mungkin dalam dua minggu, kata menteri kesehatan negara itu pada hari Jumat (09/10/2020).

“Para subjek akan diberi dosis pertama setelah di karantina selama lima hari dan menjalani semua pemeriksaan yang diperlukan,” kata Fahrettin Koca pada konferensi pers di provinsi Adana selatan.

Mengenai situasi virus di Turki, menteri mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus mengikuti aturan keamanan COVID-19.

Dia mengatakan jumlah kasus virus menurun di semua kota Turki kecuali Istanbul.

“Kami memulai pengujian luas dan pemberian obat antivirus pada periode awal. Sejak itu, jumlah kasus menurun setiap hari, terutama selama dua hingga tiga minggu terakhir,” kata Koca.

Dia menegaskan bahwa Turki telah membuktikan bahwa Turki memiliki sistem kesehatan masyarakat yang luar biasa, dengan keberhasilannya selama pandemi juga dielu-elukan sebagai contoh oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

“Negara kami melakukan perjuangan melawan Covid-19 dengan sukses besar. Kami adalah salah satu negara yang sedang keluar dari krisis ini dengan kerusakan paling kecil,” tambah Koca.

Dia mengatakan tingkat hunian keseluruhan untuk tempat tidur rumah sakit di Turki saat ini adalah 48%, 68% untuk unit perawatan intensif, dan 31% untuk ventilator.

Dia mengatakan Turki memiliki total 11.800 tim filiasi dan 35.400 personel filiasi, lebih banyak dari jumlah dokter yang terlibat dalam perang melawan Covid-19 di beberapa negara.

Menteri mendesak masyarakat untuk secara ketat mengikuti aturan keselamatan dan kebersihan untuk mengurangi beban kerja tim filiasi.

“Kami akan melakukan studi lapangan, yang kami sebut peta kekebalan, lagi pada 15 Oktober,” katanya, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang berencana mengulanginya setelah 30 hingga 45 hari.

Di seluruh dunia, COVID-19 telah merenggut lebih dari 1,06 juta nyawa di 188 negara dan wilayah sejak Desember lalu. AS, India, dan Brasil saat ini adalah negara yang paling parah terkena dampaknya.

Lebih dari 36,69 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan pemulihan lebih dari 25,5 juta, menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here