Turki Beri Hibah Bagi Pelajar Palestina yang Kurang Mampu

0
116

Terbatas oleh blokade Israel dan garis merah yang diberlakukan oleh Israel untuk membatasi kesempatan pendidikan, universitas di Palestina kekurangan peserta didik. Dalam acara dukungan untuk Palestina, Dewan Pendidikan Tinggi Turki (YÖK) memutuskan untuk memberikan beasiswa bagi warga Palestina yang mengejar gelar master dan studi doktoral di Turki.

Pelajar yang dipersiapkan untuk menjadi akademisi masa depan di Palestina tersebut akan belajar di bidang yang ditentukan berdasarkan kebutuhan universitas di Palestina. Saat ini sebanyak 20 mahasiswa yang berasal dari Palestina sedang mengejar gelar master dan 18 mahasiswa doktor akan menjadi orang Palestina pertama yang menerima Beasiswa YÖK untuk mahasiswa asing. Dibawah perjanjian beasiswa, mereka diminta untuk kembali ke negaranya dan bekerja di univeristas yang berada di Palestina. Mereka akan diberi mandat untuk melayani universitas tersebut sebanyak dua kali saat mereka masih belajar di Turki. Mahasiswa akan ditugaskan ke Universitas al-Aqsa di Gaza, Universitas Teknik Palestina di Tepi Barat dan Universitas Al-Quds di Yerusalem.

Berbicara kepada Anadolu Agency (AA), Profesor Rahmi Er, anggota dewan eksekutif YÖK, mengatakan bahwa beasiswa tersebut mencakup kebutuhan pelajar, meliputi tunjangan bulanan, biaya kuliah, asuransi kesehatan gratis dan akomodasi gratis di asrama yang dikelola negara.

Er mengatakan bahwa program beasiswa internasional tersebut sudah diberikan kepada pelajar yang berasal dari Albania, Bangladesh, Kosovo, Makedonia, Kashmir Pakistan, Rwanda, Sudan dan Ukraina.
Palestina mengeluhkan pelanggaran yang terjadi terus-menerus terhadap hak mereka atas pendidikan oleh Israel, dari membatasi kebebasan bergerak bagi para akademisi dan pelajar Palestina hingga intimidasi dan penangkapan sewenang-wenang oleh tentara Israel, serta penutupan sekolah-sekolah. Israel juga menghalangi akademisi asing untuk mengajar di universitas Palestina.

Kementerian Pendidikan Palestina baru-baru ini mengumumkan bahwa lebih dari separuh akademisi yang memiliki paspor asing tunduk pada penolakan visa atau penundaan proses visa dalam dua tahun terakhir.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here