Turki: Anak-Anak dengan Kelainan Genetik Cicipi Baklava untuk Pertama Kalinya

0
52
Foto Anadolu Agency

Sanliufra, Turki. Anak-anak yang menderita kelainan genetik untuk pertama kalinya mencicipi makanan penutup Turki, baklava. Phenylketonuria (PKU) adalah penyakit yang menyebar luas di antara anak-anak yang tinggal di Sanliurfa Turki, sebuah provinsi yang terkenal dengan makanan tradisional pencuci mulutnya.

Dilansir dari Anadolu Agency, Asosiasi Sanliurfa Phenylketonuria (SUPKU) bekerja sama dengan koki spesialis baklava untuk memproduksi baklava khusus bagi anak-anak penderita PKU. Dengan kadanya kerjasama tersebut, anak-anak dapat mengunjungi toko baklava untuk mencicipi baklava khusus dengan tepung bebas gluten dan chestnut.

Salah satu dari anak-anak itu, Zeliha Gunes, mengatakan bahwa ia kesulitan karena hanya dapat mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang terbatas.

“Dalam hidup saya selama 16 tahun, saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk makan di luar,” kata Gunes.

Gunes menambahkan bahwa ia merasa sangat beruntung karena memiliki kesempatan istimewa untuk pertama kali dalam hidupnya menikmati sajian baklava yang sangat lezat. Ahmet Giray, anak yang mengidap PKU, mengatakan bahwa kesempatan itu merupakan kali pertama baginya ia makan makanan penutup dalam hidupnya.

Giray menambahkan bahwa tahun lalu, ia ditinggalkan oleh teman-teman sekelasnya untuk pergi ke restoran dan tidak bisa makan apa-apa. Kepala SUPKU Mustafa Ciftci mengatakan bahwa terdapat 130 anak yang menderita PKU, yakni penyakit genetik dan metabolisme yang menyebar di Sanliufra dan pengidapnya tidak bisa bebas makan di luar.

“Karena semuanya harus disiapkan secara khusus,” kata Ciftci.

Master Baklava Mehmet Avci mengatakan bahwa ada banyak permintaan untuk hidangan penutup khusus di seluruh Turki.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here