Turki akan Melanjutkan Vaksinasi COVID-19 secara Transparan

0
25

Setiap orang akan divaksinasi melalui kode yang ditetapkan, kata juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa.

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki akan secara transparan melakukan proses vaksinasi COVID-19 dengan melibatkan semua orang di negara tersebut, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) mengatakan pada Kamis (14/1/2021).

“Sekarang proses vaksinasi telah dimulai secara transparan,” kata Omer Celik usai pertemuan Dewan Pimpinan Pusat AKP di ibu kota Ankara.

Proses ini akan berlanjut sedemikian rupa sehingga semua orang akan divaksinasi melalui kode yang ditetapkan, memastikan bahwa setiap orang memiliki vaksinnya sendiri, katanya.

Celik mengatakan vaksinasi akan membantu menghilangkan hal-hal negatif yang disebabkan oleh pandemi dan mengurangi jumlah kematian.

Hingga hari Kamis, Turki telah mencatat total 23.495 kematian, lebih dari 2,23 juta pemulihan dan lebih dari 2,36 juta kasus yang dikonfirmasi di negara itu.

Kampanye Vaksinasi di Seluruh Negeri

Sebelumnya pada Kamis, Turki memulai kampanye vaksinasi COVID massal dengan staf perawatan kesehatan.

Pada hari Rabu, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca menjadi orang pertama di negara itu yang menerima vaksin Sinovac China setelah badan obat dan peralatan medis resmi Turki menyetujui CoronaVac untuk penggunaan darurat melawan virus corona. Mengikuti menteri, anggota Dewan Penasihat Ilmiah Coronavirus juga divaksinasi.

Presiden Recep Tayyip Erdogan juga mendapat dosis pertama vaksin COVID-19 setelah rapat Dewan Pimpinan Pusat.

Menurut data Kementerian Kesehatan, Turki memiliki 1,1 juta tenaga kesehatan yang akan divaksinasi dalam sebulan.

Dua dosis vaksin akan diberikan dalam jarak 28 hari. Mereka yang sembuh dari COVID-19 tidak akan divaksinasi dalam empat hingga enam bulan setelah pemulihan mereka.

Batch pertama dari 3 juta dosis vaksin COVID-19 yang dikembangkan dari Sinovac Biotech China tiba di Turki pada 30 Desember.

Turki telah menerapkan jam malam pada malam hari dan akhir pekan sejak bulan lalu sebagai bagian dari upaya untuk mengekang penyebaran virus.

Pada hari Senin, Erdogan mengumumkan bahwa pembatasan akan dikurangi secara bertahap karena kasus COVID-19 telah menurun secara signifikan baru-baru ini.

Sejak Desember 2019, pandemi COVID-19 telah merenggut lebih dari 1,99 juta jiwa di 191 negara dan wilayah.

Lebih dari 92,8 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan pemulihan sekarang lebih dari 51,2 juta, menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS. AS, India, dan Brasil tetap menjadi negara yang paling parah terkena kasus.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here