Turki akan Kembali Menerapkan Jam Malam untuk Melawan Peningkatan COVID-19 kata Presiden Erdogan

0
20

Tindakan tambahan akan diambil untuk daerah berisiko tinggi dan untuk bulan suci Ramadhan, kata Recep Tayyip Erdogan.

BERITATURKI.COM, Ankara – Menghadapi semakin banyaknya kasus COVID-19 dan angka kematian, Turki akan terus memberlakukan pembatasan parsial untuk membendung penyebaran virus, kata presiden negara tersebut, Senin (29/03/2021).

Jam malam nasional mulai pukul 21:00 hingga 05:00 akan berlanjut, kata Recep Tayyip Erdogan setelah pertemuan Kabinet selama tiga jam lebih di kompleks kepresidenan.

Sebagai langkah kesehatan masyarakat, imbuhnya, semua restoran dan kafe akan beroperasi dengan kapasitas maksimal 50%.

Kota-kota yang menghadapi risiko sangat tinggi untuk virus korona akan ditutup pada akhir pekan penuh, katanya.

Dari 81 provinsi di Turki, 58 – atau 80% dari populasi – diklasifikasikan sebagai risiko sangat tinggi terkena virus, dia menggarisbawahi.

Kategorisasi provinsi yang menghadapi risiko rendah, sedang, tinggi, atau sangat tinggi didasarkan pada tingkat infeksi dan kampanye vaksinasi Turki, yang dimulai pada 14 Januari.

Langkah-langkah untuk Bulan Suci Ramadhan

Selama bulan suci Ramadhan, pertemuan untuk sahur dan buka puasa dilarang secara nasional, kata presiden. Selain itu, lockdown akhir pekan akan diberlakukan di seluruh Turki selama bulan suci umat Islam, tambahnya.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here