Tradisi Lama Shalat Tarawih Ala Ottoman Kembali di Turki

BERITATURKI.COM, Istanbul – Turki melihat kembalinya tradisi lama yang umum di istana Ottoman selama bulan suci Ramadhan. Sholat Tarawih ‘Enderûn’ yang akan diadakan setiap minggu pada hari Sabtu dan Minggu di 34 masjid, termasuk Masjid Agung Hagia Sophia, diumumkan Direktorat Agama.

Jenis doa ini dipraktikkan di Istana Kekhalifahan Ottoman, dan kemudian di masjid-masjid pada hari-hari khusus. Doa akan dilakukan dengan menggunakan makam Isfahan dan Saba, sementara muazin membacakan mantra, permohonan, dan kehormatan Islam. Makam akan dipertahankan selama seluruh doa, dan kemudian akan diikuti dengan doa, dan Dzikir.

Setelah dua tahun tertunda akibat pembatasan covid-19, Masjid Raya Hagia Sophia menggelar salat Tarawih pertama dalam 88 tahun pada 2 April.

Sholat Tarawih ‘Enderûn’ memulai debutnya pada bulan Ramadhan 1831, di bawah pemerintahan Sultan Mahmud II. Pada saat itu, komposer bergengsi Turki Hammamizade smail Dede Efendi adalah muazin senior, dan Zain Al Abidin Efendi adalah Imam istana.

Hagia Sophia dibuka kembali sebagai masjid dan menjadi saksi salat Jumat pada 24 Juli 2020, untuk pertama kalinya dalam 86 tahun.

Masjid Agung Hagia Sophia terletak di distrik Sultanahmet, dekat dengan Masjid Sultan Ahmed (Sultan Ahmet Camii) yang juga dikenal sebagai Masjid Biru, di Istanbul. Ini berfungsi sebagai masjid selama 481 tahun, kemudian diubah menjadi museum pada tahun 1934.

Hagia Sophia di antara masjid-masjid lain di Istanbul akan menjadi tuan rumah berbagai kegiatan terkait Ramadhan selama bulan suci, termasuk pembacaan Alquran, doa, dan ceramah agama.

Sebagai bagian dari “Program Ramadhan dan Kebenaran” yang diawasi oleh Otoritas Ifta Istanbul, 158 masjid akan dibuka 24/7 di seluruh kota.

Al-Qur’an akan dibaca di 93 masjid dan ditafsirkan di 63. Selain itu, 209 masjid Istanbul akan menampung jamaah yang mencari isolasi, sebuah kegiatan yang dilarang dalam dua tahun terakhir karena pandemi. Selama isolasi, tindakan pencegahan akan diterapkan, dan setiap masjid hanya akan menampung lima jemaah.

Sumber : Asharq Al-Awsat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here