Trabzonspor Menjuarai Liga Super Turki Setelah 38 Tahun Tanpa Gelar Juara

BERITATURKI.COM, Trabzon – Pada Sabtu malam (30/4) Klub Sepakbola Turki Trabzonspor bermain imbang 2-2 dengan Klup Antalyaspor di kandangnya pada pekan ke-35 Liga Super Turki Spor Toto. Dengan hasil ini, tim biru merah hati ini akhirnya berhasil mengunci kejuaraannya 3 minggu sebelum berakhirnya liga setelah puasa gelar juara liga selama 38 tahun.

Pertandingan yang berlangsung di di Medical Park Stadium diwasiti oleh Atilla Karaoğlan.

Dengan meningkatkan skornya menjadi 77 di liga super, tim biru merah hati ini berhasil mengamankan kejuaraan dengan 68 poin dan unggul 9 poin dari klup dibawahnya yaitu Fenerbahçe.

Dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Medical Park yang berkapasitas 41.461 penonton dengan dukungan besar dari para penggemarnya, gol yang membawa tim Laut Hitam menjadi juara ini dicetak oleh Cornelius di menit ke-3 dan Dorukhan Toköz di menit ke-63.

Ndao mencetak gol tim tamu pada menit ke-52 dan Wright pada menit ke-80. Uğurcan Çakır berhasil menyelamatkan tendangan penalti yang dilakukan oleh Fredy pada menit ke-57.

Setelah peluit akhir pertandingan, kegembiraan besar turut dirasakan oleh Klup Trabzonspor dan para suporternya.

Komite teknis dan para pemain tim biru merah hati bergembira di lapangan saat meraih kejuaraan yang mereka nanti selama 37 musim.

Setelah pertandingan, para suporter Trabzonspor meninggalkan tribun dan memasuki lapangan meskipun ada pengamanan ketat.

Para suporter yang ingin merasakan kegembiraan bersama para pemain sepak bola pun memenuhi seluruh lapangan.

Para suporter merayakan kejuaraan dengan bermain horon sambil menyalakan obor di tangan mereka. Beberapa fans melepas jaring gawang dan tiang sepak pojok sebagai kenang-kenangan.

4 Menteri Menyaksikan Langsung Pertandingan

Menteri Dalam Negeri Turki Süleyman Soylu, Menteri Perindustrian dan Teknologi Mustafa Varank, Menteri Transportasi dan Infrastruktur Adil Karaismailoğlu dan Menteri Perdagangan Mehmet Muş menyaksikan langsung pertandingan tersebut dari tribun protokol.

Trabzonspor terakhir menjadi juara liga pada musim 1983-1984. Tahun ini mereka kembali merasakan kebahagiaan menjadi juara setelah 38 tahun tanpa gelar juara.

Di saat-saat terakhir pertandingan, pertandingan sempat terhenti sejenak ketika para pendukung berbaju biru merah hati memasuki lapangan dengan anggapan bahwa pertarungan telah usai pada menit 90+5.

Setelah para penggemar dikeluarkan dari lapangan, pertandingan dilanjutkan dengan penambahan waktu. Kemudian, dengan peluit akhir, ribuan suporter memasuki lapangan dan merasakan kegembiraan menjadi juara liga.

Di pusat kota dan di seluruh Turki, para pendukung Trabzonspor merayakan kegembiraan kejuaraan ini.

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here