Tolak Pekerjakan Warga Turki, Duta Besar Jepang Penuhi Panggilan Kemlu di Ankara

0
65
Foto Daily Sabah

BERITATURKI.COM, Istanbul – Turki telah menyatakan kekecewaannya setelah Jepang memutuskan untuk tidak mempekerjakan warga Turki sebagai bagian dari kebijakan baru terkait pekerja asing.  Dalam kerangka undang-undang pengaturan izin tinggal bagi pekerja asing di Jepang yang akan mulai berlaku pada bulan April, Jepang telah mendaftarkan Turki dalam rancangan yang diterbitkan mengenai negara-negara mana saja yang pekerja asingnya tidak akan diperkerjakan.

Hami Aksoy menekankan bahwa situasi ini tidak mencerminkan semangat kemitraan strategis dan hubungan persahabatan kedua negara yang telah cukup mengakar. Ia mengatakan bahwa Turki percaya keputusan itu akan ditinjau ulang dan diperbaiki sesegera mungkin.

“Dengan memanggil duta besar Jepang untuk Ankara ke kementerian kami, kami menyampaikan ketidaknyamanan kami kepadanya,” kata Aksoy dalam sebuah pernyataan.

Jumlah orang asing yang bekerja di Jepang mencapai rekor tertinggi sebanyak 1,46 juta, naik dua kali lipat selama lima tahun terakhir karena data pemerintah Jepang baru-baru ini menunjukkan bahwa negara matahari terbit itu tengah bergulat dengan permasalahan defisit tenaga kerja. Angka pada Oktober 2018 mewakili peningkatan 14 persen dari tahun sebelumnya dan kenaikan tahunan yang terjadi untuk keenam kalinya secara berturut-turut, menurut surat kabar The Nikkei, mengutip data dari Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan.

Cina menempati urutan teratas dengan hampir 390.000 pekerja di Jepang pada bulan Oktober, terhitung 27 persen dari karyawan asing Jepang, kata laporan itu. Vietnam berada di peringkat kedua, lebih dari 310.000 dan 22 persen dari total pekerja asing di Jepang. Filipina mengikuti dengan sekitar 160.000 pekerja atau 11 persen. Pekerja Vietnam naik paling besar dalam hal persentase, dengan peningkatan 32 persen selama setahun terakhir.

Laporan itu juga mencatat bahwa kekurangan tenaga kerja yang serius di Jepang telah membuat pemerintah bergegas untuk membuat kerangka kerja guna meningkatkan jumlah pekerja asing dan mengurangi ketegangan pada pihak atasan.

Undang-undang pekerja asing yang baru akan memungkinkan negara secara resmi menerima pekerja kerah biru dari luar negeri dan memberi mereka peluang untuk mendapatkan tempat tinggal permanen. Hal ini memungkinkan terdorongnya lebih banyak lagi orang asing untuk memilih Jepang sebagai tujuan dalam mencari pekerjaan. Pemerintah, kata laporan itu, telah memperkirakan bahwa 340.000 pekerja asing dapat memasuki Jepang dalam lima tahun usai undang-undang itu berlaku.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here