Tokoh Muda Politik Turki Fatih Erbakan Peringati 103 Tahun Wafatnya Sultan Abdul Hamid II

0
83

Sultan Abdulhamid II, adalah Sultan Kekhalifahan Ottoman ke-34, diperingati dengan upacara Haul (peringatan wafatnya) yang diadakan di makamnya. Kemarin (10/02) merupakan 103 tahun kematiannya.

BERITATURKI.COM, Istanbul- Ketua Partai Kesejahteraan Baru (Yeniden Refah Partisi), Fatih Erbakan, yang mengikuti program yang diadakan oleh Yayasan Devlet-i Aliye di makam Abdulhamid Khan, berbicara kepada Kantor Berita Ilke.

“Sultan Abdulhamid Khan adalah orang yang sadar dan teliti tentang mikroba zionisme, yang telah menjadi penyebab utama masalah yang diderita umat manusia. Oleh karena itu, dia berjuang untuk mengacaukan rencana zionisme yang menyebabkan tekanan material dan spiritual bagi umat manusia selama pemerintahannya,” kata Erbakan.

“Dia melakukan upaya terbaiknya melawan zionisme. Sebagai orang yang meramalkan bencana yang kita alami di Timur Tengah dan dunia Islam 100-120 tahun yang lalu, dia melawan zionisme agar bencana tersebut tidak terjadi,” tambahnya lagi.

Peringatan detik-detik peringatan Haul yang ke-103 Sultan Abdul Hamid II Oleh Ketua Partai Yeniden Refah Fatih Erbakan (Anaknya Erbakan) Di Makam Sultan Abdul Hamid II.

Sultan Abdülhamid II memerintah sebagai Sultan Kekaisaran Ottoman ke-34 – Sultan terakhir yang menggunakan kendali efektif atas negara yang retak. Dia mengawasi periode kemunduran, dengan pemberontakan (terutama di Balkan), dan dia memimpin perang yang gagal dengan Kekaisaran Rusia (1877-1878) diikuti oleh perang yang berhasil melawan Kerajaan Yunani pada tahun 1897.

Hamid II memerintah dari 31 Agustus 1876 sampai deposisi tidak lama setelah Revolusi Turki Muda 1908, pada 27 April 1909. Sesuai dengan perjanjian yang dibuat dengan Republik Utsmani Muda, ia mengumumkan Konstitusi Ottoman pertama tahun 1876 pada 23 Desember 1876, yang sebuah tanda pemikiran progresif yang menandai pemerintahan awalnya. Namun, pada tahun 1878, mengutip ketidaksepakatan dengan Parlemen, ia menangguhkan baik konstitusi berumur pendek maupun Parlemen.

Modernisasi Kekaisaran Ottoman berlanjut selama masa pemerintahannya, termasuk reformasi birokrasi, perpanjangan Kereta Api Rumelia dan Kereta Api Anatolia, dan pembangunan Kereta Api Baghdad dan Kereta Api Hejaz. Selain itu, sistem pendaftaran penduduk dan kontrol atas pers didirikan, bersama dengan sekolah hukum modern lokal pertama pada tahun 1898.

Reformasi paling jauh terjadi dalam pendidikan: banyak sekolah profesional didirikan untuk bidang-bidang termasuk hukum, seni, perdagangan, teknik sipil, kedokteran hewan, adat istiadat, pertanian, dan linguistik. Meskipun Abdul Hamid II menutup Universitas Istanbul pada tahun 1881, ia dibuka kembali pada tahun 1900, dan jaringan sekolah menengah, dasar, dan militer diperluas ke seluruh kekaisaran.

Perusahaan Jerman memainkan peran utama dalam mengembangkan sistem kereta api dan telegraf Kekaisaran.

Sultan Abdülhamid II membatasi orang Yahudi tinggal di wilayah Palestina hingga 30 hari pada tahun 1900. Dia juga melarang akuisisi wilayah untuk orang Yahudi asing di Kekaisaran Ottoman, termasuk Palestina.

Pemimpin gerakan zionis, Theodor Herzl, meminta untuk bertemu dengan Sultan Abdülhamid II. Ketika permintaan ini ditolak, ia menyampaikan tawarannya kepada sultan melalui teman dekatnya, Phillip Newlinsky dari Polandia, pada Mei 1901. Mereka menawarkan untuk membayar hutang luar negeri Utsmaniyah sebagai imbalan untuk membuka tanah Palestina bagi permukiman Yahudi dan mengalihkan pemerintahan ke Yahudi. orang-orang.

Sultan Abdülhamid II menolak tawaran ini dengan mengatakan: “Saya tidak akan menjual apapun, bahkan tidak satu inci pun dari wilayah ini karena negara ini bukan milik saya, tetapi milik semua Ottoman. Rakyat saya memenangkan tanah ini dengan darah mereka. Kami memberi apa yang kami miliki dengan cara kami mendapatkannya sejak awal. ” Herzl mengulangi tawarannya sekali lagi pada tahun berikutnya, tetapi jawabannya tidak berubah.

Sumber : ilkha.com.tr/en

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here